Polisi Kembali Periksa Tiga Rekanan

Penyidik Reskrim Polres Lhokseumawe kembali memeriksa tiga rekanan untuk melengkapi berkas kasus

Polisi Kembali Periksa Tiga Rekanan
ARI LASTA IRAWAN, Kapolres Lhokseumawe

* Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Ternak

LHOKSEUMAWE - Penyidik Reskrim Polres Lhokseumawe kembali memeriksa tiga rekanan untuk melengkapi berkas kasus dugaan korupsi pengadaan ternak di Pemko Lhokseumawe sesuai petunjuk Jaksa Peneliti Berkas Kejari Lhokseumawe. Pemeriksaan ulang dibutuhkan karena berkas yang sudah dilimpahkan pada April lalu dikembalikan jaksa, lantaran belum lengkap.

Untuk diketahui, pada 2014 Pemko Lhokseumawe melalui Dinas Kelautan, Perikanan, dan Pertanian (DKPP) setempat melakukan pengadaan ternak dengan dana Rp 14,5 miliar yang bersumber dari APBK tahun 2014. Kasus itu mulai diselidiki polisi pada 2015 setelah menemukan adanya indikasi korupsi.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kasat Reskrim AKP Indra T Herlambang kepada Serambi, Jumat (28/6), menyebutkan, saat ini penyidik sedang melengkapi berkas yang sudah dikembalikan jaksa sesuai petuntuk. Namun, Kasat Reskrim enggan menyebutkan seperti apa petunjuk jaksa, karena hal tersebut merupakan materi penyidikan.

“Masih dalam tahap melengkapi petunjuk (P19) jaksa,” ujar AKP Indra T Herlambang. Untuk melengkapi berkas tersebut, polisi sudah menghadirkan rekanan pengadaan ternak untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Mereka diperiksa untuk melengkapi berkas dengan tersangka pihak rekanan yaitu ES, Direktur Bireuen Vision (BV). “Ada beberapa saksi tambahan dari pihak penyedia ternak yang diperiksa penyidik,” ujar Kasat Reskrim. Selanjutnya, mereka melengkapi keterangan saksi tersebut untuk pemberkasan kembali sehingga bisa dilimpahkan kembali kepada jaksa.

“Tinggal melengkapi berkas, menyesuaikan petunjuk jaksa, lalu mengirimkan lagi ke kejaksaan,” ujar AKP Indra seraya menambahkan selalu ada kemungkinan untuk pembahan tersangka dalam kasus tersebut.

Untuk diketahui, pada Juni 2017 polisi meningkatkan status kasus itu dari penyelidikan ke penyidikan. Selanjutnya, menetapkan tiga tersangka yaitu Drh Rizal mantan Kepala DKPP Lhokseumawe, Dahlina (47) pejabat pengadaan dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), dan Drh Ismunazar (43) pejabat Pembuat Komitmen (PKK).

Dalam kasus itu Rizal divonis lima tahun empat bulan penjara dan denda Rp 200 juta atau subsider dua bulan kurungan. Sedangkan Dahliana dan Ismunazar dihukum empat tahun tujuh bulan pidana penjara. Dahlina dan Ismunazar turut dihukum membayar denda Rp 200 juta subsider dua bulan kurungan.

Kejari Lhokseumawe M Ali Akbar SH melalui Kasi Intel Miftahuddin SH, kepada Serambi, kemarin, menyebutkan, berkas tersebut dikembalikan jaksa ke polisi untuk dilengkapi karena belum lengkap unsur formil dan materil. “Penyidik sudah berkoordinasi dengan jaksa dan informasi yang kita terima berkas kasus tersebut sedang dilengkapi,” ujar Mifta.

Disebutkan, pihaknya juga mendapat informasi dari penyidik bahwa berkas tersebut akan dilimpahkan lagi ke jaksa pekan depan. “Kita tunggu saja berkas tersebut dilimpahkan,” ujar Kasi Intel.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved