Gampong Didorong Bentuk Reusam

Pemerintah Gampong di Banda Aceh terutama yang memiliki banyak ternak di wilayahnya didorong

Gampong Didorong Bentuk Reusam
IST
M HIDAYAT, Kepala Satpol PP Kota Banda Aceh

* Terkait Maraknya Ternak Berkeliaran

BANDA ACEH - Pemerintah Gampong di Banda Aceh terutama yang memiliki banyak ternak di wilayahnya didorong untuk membentuk reusam, atau aturan adat terkait ternak berkeliaran tersebut. Hal ini diperlukan sebagai upaya penertiban ternak sapi, kerbau, dan kambing yang bisa membahayakan masyarakat di areal publik, bahkan dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Insiden warga diserang sapi baru-baru ini terjadi di sebuah gampong di Kecamatan Banda Raya. Menurut kabar yang beredar, seorang ibu dan anak kecil mengalami luka memar dan berdarah akibat diseruduk hewan bertanduk itu. Kejadian tersebut sudah dilaporkan ke Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banda Aceh, namun saat akan ditindaklanjuti, ternak itu sudah tak diketahui lagi rimbanya.

Anggota Komisi A DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST kepada Serambi, Sabtu (29/6) mengatakan, dirinya kerap menerima laporan dari masyarakat terkait banyak ternak berkeliaran di areal publik. Meskipun pelarangan ternak dilepasliarkan sudah diatur dalam Qanun Banda Aceh Nomor 12 Tahun 2004, pelanggaran masih sering terjadi di sejumlah kawasan. “Selain kejadian di Banda Raya, laporan terkait banyaknya ternak yang dilepas di areal publik juga ada dari Syiah Kuala dan Ulee Kareng,” ujarnya.

Menurut Irwansyah, permasalahan tersebut harus menjadi perhatian semua pihak. Untuk menjaga keamanan dan ketertiban umum, hewan ternak tidak boleh dilepaskan di jalan, tanggul, areal sekolah, hingga tempat keagamaan. “Ternak itu sebenarnya bisa ditangkap, bahkan bisa dilelang kalau pemiliknya tak juga datang. Sanksi ini perlu diberikan agar ternak tidak memberikan mudharat kepada orang lain,” jelas dia.

Untuk itu, pihaknya mengusulkan agar gampong yang memiliki banyak ternak segera membentuk reusam sebagai upaya penertiban. Dalam reusam tersebut bisa diatur sanksi kepada pelanggarnya seperti denda atau sanksi adat. “Adanya reusam tentang ternak ini juga akan meringankan sedikit beban Satpol PP yang memiliki cakupan kerja yang cukup luas,” timpal Irwansyah.

Di samping itu, Anggota DPRK dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif, termasuk dengan memperingatkan pemilik ternak di wilayahnya agar tidak melepas ternak begitu saja. “Bagi yang melihat ternak di areal publik bisa melapor ke call center Satpol PP Banda Aceh di nomor 081219314001. Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan agar tidak jatuh korban lagi,” demikian Irwansyah.

Sementara Kepala Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh, M Hidayat yang dimintai tanggapannya menyambut positif usulan reusam ternak itu. Menurutnya, perlu upaya maksimal agar persoalan ternak berkeliaran bisa diminimalisir bahkan dihilangkan dari Kota Banda Aceh. “Kami bukan mau lepas tanggung jawab. Tapi kalau mau maksimal, masalah ternak ini harus menjadi tanggung jawab bersama termasuk pihak gampong,” ujar dia.

Hidayat mengatakan, Pemko Banda Aceh melalui Satpol PP memiliki personel yang terbatas dalam menertibkan hewan ternak. Terlebih lagi, lembu dan kerbau berkeliaran itu selalu mobile atau tidak menetap, sehingga tak jarang menyulitkan petugas saat hendak menangkapnya. “Seperti kasus di Lam Ara, saat kita datang sudah tidak ada ternaknya. Jadi kami pikir, kalau semua gampong punya inisiatif buat reusam ini, tentu akan lebih mudah penertibannya ke depan,” katanya lagi.

Dia menyebutkan, reusam merupakan peraturan gampong yang disusun oleh keuchik bersama masyarakat gampong. Untuk memberlakukan suatu reusam, pihak gampong harus mengusulkannya ke Wali Kota Banda Aceh. “Sebelum disetujui Wali Kota, rancangan reusam itu terlebih dulu diteliti oleh Bagian Hukum Setdakota. Perlu diingat bahwa peraturan di bawah (reusam) tidak boleh lebih tinggi daripada peraturan di atasnya (qanun). Reusam apapun silakan dibuat demi kenyamanan, ketertiban, dan keamanan gampong,” jelas Kasatpol PP Banda Aceh.(fit)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved