Genjot Pariwisata, Pemko Perkenalkan ‘Tarek Pukat’

Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh terus melakukan inovasi untuk menggaet wisatawan untuk datang

Genjot Pariwisata, Pemko Perkenalkan ‘Tarek Pukat’
Warga memilah ikan hasil tarek pukat (menarik pukat darat) di Gampong Jawa, Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh. SERAMBI/ HARI MAHARDHIKA 

BANDA ACEH - Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh terus melakukan inovasi untuk menggaet wisatawan untuk datang ke Banda Aceh. Salah satunya dengan memperkenalkan tradisi masyarakat, seperti tarek pukat.

Tradisi ‘tarek pukat’ yang biasa dilakukan para nelayan itu diperkenalkan Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, saat melakukan kunjungan ke Gampong Jawa. Budaya yang sudah turun menurun di Aceh itu masih dilestarikan dan telah menjadi kegiatan rutin nelayan setempat. “Tarek pukat ini sangat kental dengan kebudayaan Aceh, ini sering dilakukan warga pesisir,” jelasnya.

Wali Kota ikut bersama para nelayan menarik pukat. Sementara para nelayan yang terbagi dalam dua kelompok terlihat kompak menarik tali dan menghasilkan banyak tangkapan ikan. “Tarek pukat berarti menarik jala ikan dan kegiatan ini berlangsung di daerah pesisir. Mula-mula nelayan menggunakan perahu membawa pukat (jaring) ke laut dengan jarak sekitar 1 mil dari bibir pantai, kemudian pukat dilemparkan. Sementara di bibir pantai para nelayan lainnya bersiap mengikatkan tali pukat ke pinggang. Para nelayan yang telah berbaris rapi kemudian menarik jaring tersebut dengan serentak,” jelasnya.

Cara menangkap ikan tradisional ini dilakukan hampir setiap hari di Pantai Gampong Jawa. Aktivitas itu menjadi daya tarik bagi masyarakat hingga wisatawan. Tidak sedikit wisatawan mancanegara menyaksikan aksi para nelayan Gampong Jawa ini kemudian mengabadikan moment tersebut dengan ponsel dan mengunggah ke akun sosmed mereka.

“Tarek pukat perlu dilestarikan, bukan hanya sebagai simbol kebersamaan masyarakat dalam mengais rezeki, tapi juga sebuah nilai jual yang mampu menarik wisatawan datang ke kota Gemilang,” tutup Aminullah.(aji)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved