‎Pemerintahan Jokowi-JK Tersisa Kurang dari Empat Bulan, Publik Bisa Tagih Janji Kampanye 2014

Kini, pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla (JK) tersisa kurang dari empat bulan lagi. Memanfaatkan waktu itu, publik bisa menagih janji keduanya di 2014 si

‎Pemerintahan Jokowi-JK Tersisa Kurang dari Empat Bulan, Publik Bisa Tagih Janji Kampanye 2014
BIRO PERS KEPRESIDENAN
Presiden Joko Widodo memimpin Rapat Terbatas (Ratas) tentang Foreign Direct Investment (FDI) yang dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan menteri-menteri terkait, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (16/9/2015). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - ‎Sepuluh bulan terakhir, seluruh perhatian tertuju pada Pilkada serentak 2019 khususnya Pilpres.

Kini, pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla (JK) tersisa kurang dari empat bulan lagi. Memanfaatkan waktu itu, publik bisa menagih janji keduanya di 2014 silam.

"Proses 10 bulan terakhir melelahkan bagi kita semua. Jangan lupa, Jokowi-JK masih sampai Oktober, ‎kurang dari empat bulan. Agenda publik bisa tagih apa yang belum tertunaikan dari janji Jokowi-JK," ucap Analis Politik Ewposit Strategic, Arif Susanto, Minggu (30/6/2019).

Arif Susanto melanjutkan jika janji-janji Jokowi-JK masih belum tertunaikan penuh maka di sisa waktu penyiapan pelimpahan kekuasaan dari Jokowi-JK ke Jokowi-Ma'ruf Amin tidak perlu waktu lama.

Di tahun pertama, Jokowi-Ma'ruf Amin bisa langsung bekerja tidak perlu adaptasi kembali.

"Pelimpahan kekuasaan Jokowi-JK ke Jokowi-Ma'ruf Amin tidak butuh waktu lama, bisa langsung kerja keras. Kalau dulu Jokowi-JK kan tahun pertama adaptasi, tiga tahun kerja keras dan satu tahun terakhir persiapan pemilu," paparnya.

Terakhir, Arif Susanto turut menyoroti Jokowi yang kini berjanji fokus pada Sumber Daya Manusia, tidak lagi pembangunan infrastruktur seperti 2014.

Terkait kementerian era Jokowi-JK, Arif Susanto mengkritisi beberapa kementerian yang menurutnya tidak memiliki catatan bagus, malah tidak akur dengan kementerian lainnya.

"‎Sekarang ada yang relatif baru, Jokowi berulang mengatakan setelah banyak infrastruktur sekarang dia mau fokus di SDM. Meski ada catatan tidak terlalu bagus pada seluruh menko (Menteri Koordinator). Menko Luhut berantem dengan Menteri Susi. Menko Perekonomian tidak bisa handel isu, Menteri Perindustrian dengan Menteri Pertanian. Begitu juga Menpo PMK," singkatnya.

Baca: Niat Pakai Google Maps Agar Tak Tersesat, Pria Asal Surabaya Justru Diarahkan Terjun ke Jurang

Baca: Maruf Amin Menjadi Wakil Presiden Tertua dalam Sejarah Indonesia yang Akan Dilantik

Baca: KPU Akan Tetapkan Jokowi-Maruf Amin Sebagai Presiden dan Wapres Terpilih Hari Ini

Baca: Kisah Kakek 92 Tahun Nikahi Nenek 79 Tahun, Cinta Berawal dari Kayu Bakar, Ingin Hidup Bahagia

Halaman
1234
Editor: Amirullah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved