Pijay Masuk Daerah Termiskin

Kabupaten Pidie Jaya (PIjay) yang sudah berusia 12 tahun, pemekaran dari Kabupaten Pidie masuk daerah termiskin

Pijay Masuk Daerah Termiskin
serambitv
kemiskinan 

* Pemkab Nilai Ada Kesalahan Data

MEUREUDU - Kabupaten Pidie Jaya (PIjay) yang sudah berusia 12 tahun, pemekaran dari Kabupaten Pidie masuk daerah termiskin dengan posisi ke empat dari 24 kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Pemkab Pijay langsung menampiknya dengan menegaskan ada kesalahan data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Pijay.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pijay, Drs H Abdul Rahman Puteh SE MM kepada Serambi, Sabtu (29/6) menyatakan penetapan Pijay di posisi empat sebagai daerah termiskin tidaklah tepat. Dia menjelaskan kemungkinan ada kesalahan saat memasukkan data penduduk miskin di Pidie Jaya ini.

Dia beralasan, dengan kondisi saat ini, pendapatan masyarakat semakin meningkat, karena dalam 10 tahun ini, pembangunan dilaksanakan secara meratat. Dia mencontohkan, seperti pembangunan insfrastruktur jalan dan jembatan, meningkatkakan mutu pendidikan, hingga pengembangan usaha masyarakat.

Dia mengakui daerahnya pernah berdampak besar, seusai gempa pad aakhir 2016 lalu, namun secara perlahan, upaya pemulihan terus dilakukan dalam dua tahun terakhir ini. Sehingga, katanya, para korban gempa mulai bangkit kembali untuk menatap masa depan lebih cerah lagi.

“Rasanya, sangat tidak mungkin Pidie Jaya berada di urutan empat termiskin di Aceh dan ini pasti ada yang salah dengan data yang dijadikan sebagai acuan survei atau sampel untuk penetapan itu,” ujarnya. Dia menduga, sumber data diambil dari jumlah penerima bantuan sosial seperti Rastra, atau Program Keluarga Harapan (PKH).

Dia mengharapkan segenap elemen pemerintahan mulai Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) hingga keuchik untuk memperbaiki kembali keakuratan data secara terukur dengan kondisi sosial sebenarnya. Dikatakan, melalui upaya itu, maka tidak akan melahirkan klaim secara serampangan akan posisi daerah atas hasil survei atau penelitian yang mengagetkan semua pihak.

“Jadi dengan momen agenda sosialisasi yang dilakukan oleh pihak Dinas Kependudukan pada Jumat (28/6), maka seluruh pihak berwenang di Pijay harus mengedepankan pendataan secara ril,” harapnya.

Ditambahkan, untuk 222 gampong agar selalu memantau serta melaporkan setiap waktu atas setiap peristiwa. Seperti kelahiran, meninggal, menikah, perpindahan penduduk serta pendapatan masyarakat yang dapat terekam secara menyeluruh.

Dia berharap akan mampu melahirkan akses data publik yang terus terbarukan dan dapat menjadi referensi bagi semua pihak. “Jadi nantinya, kodisi ril Pijay tidak menjadi klaim secara semberangan oleh pihak manapun,” katanya.(c43)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved