Polda Tetap Patroli Medsos

Kepolisian Daerah (Polda) Aceh menegaskan akan tetap melakukan patroli dunia maya atau media sosial

Polda Tetap Patroli Medsos
DOK SERAMBINEWS.COM
SALADIN,Dir Reskrimsus Polda Aceh 

* Antisipasi Hoaks dan Ujaran Kebencian

BANDA ACEH - Kepolisian Daerah (Polda) Aceh menegaskan akan tetap melakukan patroli dunia maya atau media sosial (medsos) untuk megantisipasi penyebaran berita-berita hoaks. Selain itu, Polda Aceh juga akan memantau akun-akun yang dengan sengaja menyebar kebencian untuk pemerintah, sosok, tokoh politik, atau siapapun.

Penegasan itu disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Aceh, Kombes Pol T Saladin kepada Serambi, Sabtu (29/6). Dia menegaskan, meski rangkaian pemilu telah usai dan Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan perkara gugatan salah satu pasangan calon, namun polisi tetap memantau penyebaran hoaks melalui media sosial.

“Masih, kita masih memantau, kita di Polda Aceh tetap melakukan patroli dunia maya atau media sosial walaupun rangkaian pemilu sudah selesai. Ini akan rutin kita lakukan karena hoaks itu mungkin tidak selalu berkaitan dengan politik pemilu, bisa saja untuk isu-isu yang lain,” kata Kombes Pol Saladin.

Mantan Kapolresta Banda Aceh ini menegaskan, selama ini, pihaknya terus melakukan patroli di dunia maya dan mendapat banyak akun media sosial yang kerap membagikan sebuah informasi terkait isu pemilu yang tidak valid kebenarannya. Namun ada sejumlah akun yang dinilai tidak membahayakan.

“Namun, ada beberapa akun yang berbahaya, memberi pengaruh atau dampak kepada yang lain. Yang begitu langsung kita tangani, kita ingatkan, bahkan ada yang kita jemput kan dan kasusnya juga ada yang ditangani oleh Dit Reskrimsus Polda Aceh,” ungkap Saladin.

Dia menegaskan, pihaknya di Polda Aceh ada tim cyber yang bertugas memantau lalu lintas dunia maya atau media sosial. Bahkan pihaknya mengaku telah mendeteksi beberapa akun media sosial yang adminnya tidak di Aceh, tapi dengan sengaja menyebar informasi-informasi tidak benar yang bisa mempengaruhi orang banyak.

“Saya mengimbau, mohon tidak sembarangan memposting berita. Jangan sembarangan membagikan informasi yang belum tentu benar, apalagi mengujar kebencian kepada orang lain. Dulu disebut mulut mu harimau mu, sekarang jari mu kunci sel mu. Jika sembarangan, jari itu yang akan menyeret ke dalam sel,” tegas Saladin.

Seperti diketahui, patroli dunia maya atau media sosial ini mulai gencar dilakukan Polisi menjelang Pemilu kemarin menyusul masifnya penyebaran hoaks dan ujaran kebencian. Tetapi belakangan, sasaran patroli tidak hanya sebatas di Facebook, Twitter, dan Instagram, tetapi juga menyasar grup-grup Whatsapp.

Tim cyber Polri memantau WhatsApp Group (WAG) yang terindikasi berisi informasi atau penyebaran hoax yang bisa menyesatkan masyarakat dalam menerima informasi. Itu artinya, masyarakat pengguna WhatsApp harus lebih hati-hati dalam membagikan informasi.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved