Menteri Pertanian Malaysia Resmikan Kerja Sama Bisnis dengan Pedagang Aceh

Menteri Pertanian dan Industri Asas Tani Malaysia, Dato’ Salahuddin bin Ayub bersama mantan Ketua Dewan

Menteri Pertanian Malaysia Resmikan Kerja Sama Bisnis dengan Pedagang Aceh
IST
MENTERI Pertanian dan Industri Asas Tani Malaysia, Dato' Salahuddin bin Ayub bersama mantan Ketua Dewan Penasihat Pemerintah Malaysia, Tun Daim Zainuddin, meresmikan kerja sama antara Kerajaan Malaysia dengan pedagang Aceh, di Paya Jeras Hilir, Sungai Buloh, Selangor, Minggu (30/6). 

Menteri Pertanian Malaysia Resmikan Kerja Sama Bisnis dengan Pedagang Aceh

BANDA ACEH - Menteri Pertanian dan Industri Asas Tani Malaysia, Dato’ Salahuddin bin Ayub bersama mantan Ketua Dewan Penasihat Pemerintah Malaysia, Tun Daim Zainuddin, meresmikan kerja sama antara Kerajaan Malaysia dengan pedagang Aceh, di Paya Jeras Hilir, Sungai Buloh, Selangor, Minggu (30/6).

Acara ini menandai dimulainya kerja sama antara Kerajaan Malaysia dengan pedagang Aceh untuk mendistribusikan hasil laut (ikan dan sejenisnya), serta beberapa jenis sembako bersubsidi kepada penduduk Malaysia.

Hadir pada kegiatan itu Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian dan Industri Berbasis Agro, Datuk Salehhuddin Hassan, Ketua LKIM, Muhammad Faiz Fadzil, Anggota Parlemen Sungai Buloh merangkap Wakil Menteri Pembangunan Pedesaan, Sivarasa Rasiah, Ketua Eksekutif Suruhanjaya Koperasi Malaysia (SKM), Datuk Nordin Bin Salleh, Direktur Utama Petro Teguh, Dato’ Sri Haji Azmin Mustam Abdul Karim, Presiden Komuniti Melayu Aceh Malaysia (KMAM) Datuk Mansyur Bin Usman, serta para pengusaha keturunan Aceh di Malaysia.

Menteri Pertanian dan Industri Asas Tani Malaysia, Dato’ Salahuddin bin Ayub dalam sambutannya mengatakan, kerja sama ini adalah salah satu inisiatif yang dilaksanakan oleh pemerintah dalam perang melawan tengkulak, sehingga menguntungkan nelayan dan mengatasi biaya hidup untuk rakyat.

“Ini adalah program perintis melalui Pusat Pertumbuhan Ekonomi (CEG) yang berupaya memberikan dasar laut langsung kepada orang-orang tanpa melalui perantara,” ujarnya.

“Misalnya, flatfish yang biasanya dibanderol antara 15-16 Ringgit Malaysia per kilogram, dijual seharga 9,50-10 Ringgit per kilogram, yang merupakan penurunan sekitar 30 persen,” katanya.

Karenanya, ia menargetkan pembukaan sekitar 50 CEG secara nasional, tahun ini, sehingga orang dapat memperoleh kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau tanpa mengorbankan pemasok.

Dato’ Salahuddin mengatakan, perang melawan tengkulak ini sudah dirintis sejak 60 tahun lalu, namun belum membuahkan hasil yang maksimal.

Dia berharap, usaha ini akan berhasil dengan menggandeng pengusaha dan pedagang Melayu Aceh.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved