Di Aceh Utara belum Ada Perkebunan Sawit Bersertifikat, Ini Jawaban Pemkab

Puluhan hektare lahan perkebunan kelapa sawit di Aceh Utara belum bersertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).

Di Aceh Utara belum Ada Perkebunan Sawit Bersertifikat, Ini Jawaban Pemkab
For Serambinews.com
Petugas BPBK Abdya memadamkan api lahan sawit milik masyarakat di Desa Ie Merah, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya yang dilalap si jago merah, Selasa (2/7/2019). 

Laporan Jafaruddin | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Puluhan hektare lahan perkebunan kelapa sawit di Aceh Utara yang selama ini dikelola perusahaan Pemerintah dan swasta belum bersertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil/ISPO).

Padahal sertifikasi ISPO tersebut menjadi kewajiban bagi perusahaan negeri dan swasta seperti disebutkan dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 11 Tahun 2015 tentang sistem sertifikasi kelapa sawit berkelanjutan indonesia atau ISPO.

“Beberapa waktu lalu Bupati Aceh Utara menerbitkan instruksi Nomor 545/INSTR/2016 tentang Moratorium (Penundaan) Izin Perkebunan Sawit Baru di Aceh Utara,” ujar Manager Program Bina Rakyat Sejahtera (Bytra) Rahmat Abubakar kepada Serambinews.com, Selasa (2/7/2019).

“Namun, terhadap pengelolaan sawit yang sudah ada, tersebut selama ini belum ada pengelolaan yang baik,” kata dia.

Karena itu pihaknya meminta agar Pemkab Aceh Utara melalui Dinas Perkebunan Perternakan dan Kesehatan Hewan (Disbunnak dan Kesawan) untuk mengawasi agar semua perusahaan memiliki sertifikat ISPO.

Ini penting, untuk memastikan pengelolaan perkebunan sawit di Aceh Utara sudah ramah lingkungan.

Menurut Rahmad, ada beberapa perkebunan sawit di Aceh Utara yang masih aktif, tapi sampai sekarang belum ada satu pun yang memiliki sertifikat tersebut.

“Untuk itu kami mendorong agar dinas terkait dapat memastikan supaya semua perkebunan kelapa sawit pengelolaan ramah lingkungan atau memiliki sertifikat ISPO,” ujar Rahmat.

Karena salah satu indikator perkebunan ramah lingkungan tersebut dengan memiliki sertifikat tersebut.

Sementara itu Kepala Bidang Perkebunan Disbunnak dan Keswan Aceh Utara Lilis Indriansyah menyebutkan, dari 11 perusahaan yang memiliki lahan sawit di Aceh Utara, hanya lima yang sampai sekarang masif aktif. Perusahaan tersebut PTPN 1,  Satya Agung, Dunia Perdana, Babco dan Pabrik Kelapa Sawit Ika Bina Agro Wisesa (IBAS).  

“Dalam pertemuan beberapa waktu lalu. Mereka menyatakan siap mengikuti tahapan untuk mendapatkan ISPO, karena ada delapan tahapan untuk mendapatkannya. Mereka saat ini sedang tahap pertama,” ujar Lilis.(*)

Baca: Luna Maya Bingung Jelaskan Kisah Asmaranya dengan Faisal Nasimuddin, Kalau Berjodoh Alhamdulillah

Baca: Cuma Minta Uang Rp 6.000 Buat Beli Sayuran, Wanita Ini Malah Dipukuli Suaminya dan Ditalak Tiga

Baca: Andre Abubakar Cetak Gol, Persiraja Memimpin 2-0 Atas Perserang

Baca: Setelah Perburuan 9 Hari, Akhirnya Tim BKSDA Tangkap Buaya yang Terkam Warga di Aceh Jaya

Penulis: Jafaruddin
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved