DPRK Laporkan Kasus Galian C

Ketua DPRK Aceh Barat, Ramli SE menyatakan, pihaknya sudah menjadwalkan pertemuan dengan jajaran Dinas Energi

DPRK Laporkan Kasus Galian C
SERAMBI/RIZWAN
TIM gabungan dari DPRK dan Pemkab Aceh Barat turun ke lokasi galian C yang tidak mengantongi izin di Desa Pasi Aceh Tunong, Kecamatan Meureubo, Rabu (26/6). 

* Ke Dinas ESDM Aceh

MEULABOH – Ketua DPRK Aceh Barat, Ramli SE menyatakan, pihaknya sudah menjadwalkan pertemuan dengan jajaran Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh di Banda Aceh pada Rabu (3/7) besok. Salah satu agenda pertemuan itu adalah untuk melaporkan kasus galian C di Pasi Aceh Tunong, Kecamatan Meureubo.

“Kami akan laporkan langsung ke ESDM soal galian C di Pasi Aceh Tunong, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat,” kata Ramli SE kepada wartawan, Senin (1/7). Ketua DPRK Aceh Barat ini menjelaskan, pelaporan ke Dinas ESDM karena sesuai Undang-undang (UU) Pemerintah Daerah Tahun 2014 bahwa kewenangan sektor pertambangan berada di provinsi, dalam hal ini adalah Dinas ESDM Aceh.

“Pelaporan ini supaya segera ada tindakan tegas. Sebab, kami khawatir galian C yang terus dilakukan akan berdampak buruk bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Menurut Ramli SE, pihaknya tidak akan mempermasalahkan bila galian C di Pasi Aceh Tunong itu sudah memiliki izin. Namun yang disayangkan, ucapnya, meski izin belum dikantongi tetapi galian C berupa pengerukan gunung untuk diambil tanahnya dan dibawa ke lokasi pembangunan PLTU Nagan Raya 3 dan 4, tetap dilakukan. “Jadi, DPRK berharap sikap tegas dari ESDM Aceh untuk tidak membiarkan aktivitas ilegal ini dan perlu tindakan tegas,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tim gabungan dari Pemkab dan DPRK Aceh Barat, Rabu (26/6), turun ke lokasi galian C di Desa Pasi Aceh Tunong, Kecamatan Meureubo. Tim gabungan yang di-backup personel kepolisian itu menutup paksa galian C tersebut karena tidak memiliki izin. Terlebih, tanah hasil pengerukan gunung di desa itu dibawa ke lokasi pembangunan PLTU Nagan 3-4 di Nagan Raya.

Tim dari DPRK Aceh Barat yang turun kemarin yakni Ramli SE (Ketua DPRK) dan Herman Abdullah SE (Ketua Komisi C). Sedangkan dari Pemkab yaitu, Kadis Lingkungan Hidup, Mulyadi SHut serta pejabat dari Dinas Perizinan Terpadu. Unsur kepolisian yang ikut turun ke lokasi yaitu Kapolsek Meureubo, Iptu Fitriadi serta dibantu pejabat dari Satpol PP. Kedatangan tim gabungan tersebut diterima Keuchik Pasi Aceh Tunong dan pihak pengelola galian C tersebut.

Kembali Beroperasi
Sementara itu, informasi diperoleh Serambi, Senin (1/7), aktivitas pengalian C di Pasi Aceh Tunong, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat tersebut kembali beroperasi. Padahal, galian C itu sempat ditutup paksa oleh tim gabungan Pemkab dan DPRK Aceh Barat yang turun ke lokasi pada Rabu (26/6).

Ternyata gebrakan tim gabungan tersebut tak membuat nyali pengelola galian C itu ciut. Terbukti, mereka kembali mengerahkan sejumlah alat berat untuk mengeruk tanah gunung untuk kemudian dimuat ke truk guna diangkut ke lokasi PLTU Nagan Raya 3 dan 4 yang sedang dalam proses pembangunan.(riz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved