Hasil Uji Lab, Kualitas Garam Lapang Sangat Baik, Ini Penjelasannya

Garam yang diolah secara tradisional oleh petani Kecamatan Lapangan Aceh Utara memiliki kandungan Natrium klorida (NaCl) mencapai 99.1 persen.

Hasil Uji Lab, Kualitas Garam Lapang Sangat Baik, Ini Penjelasannya
Foto Kiriman Warga
Keuchik dan tuha peut Kecamatan Lapang di Aula Kantor camat setempat, Selasa (2/7/2019). 

Laporan Jafaruddin | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Garam yang diolah secara tradisional oleh petani Kecamatan Lapangan Aceh Utara memiliki kandungan Natrium klorida (NaCl) mencapai 99.1 persen.

Ini berdasarkan hasil penelitian tim PT Vinca Rosea, dengan dua kali hasil uji laboratorium Balai Riset Medan dan Lab Succofindo.

Bahkan, di Indonesia belum ditemukan garam yang memiliki kandungan NaCl yang mencapai persentasenya seperti itu.

Karena itu, garam Lapang sangat prospek untuk dikembangkan.

“Kami siap menampung garam yang dihasilkan petani Lapang meskipun dengan cara tradisional. Namun, kami berharap nantinya Pemkab Aceh Utara untuk menentukan harga eceran tertinggi (HET),” ujar Direktur Utama Vinca Rosea Azhari Abul Gani ST, saat memberikan pemateri kepada keuchik dan tuha peut Kecamatan Lapang di Aula Kantor camat setempat, Selasa (2/7/2019).

Kegiatan itu diadakan Muspika Lapang untuk meningkatkan motivasi warga Kecamatan Lapang, supaya mereka memahami potensi garam yang berada di kawasannya layak dipasarkan ke nasional. 

“Pada 2018, ketika harga garam melejit, kami menurunkan tim teknis untuk melakukan penelitian kualitas dan jumlah produksi garam di Lapang. Sampel garam yang kami ambil itu dari pengolahan tradisional masyarakat, tapi bisa menghasilkan 99.1% NaCl,” ujar Azhari.

Lalu pada April 2019, pihaknya datang lagi ke lokasi itu untuk meneliti kembali kualitas garam Lapang, dan ternyata hasilnya sama.

Kendati demikian, kata Azhari, petani garam Lapang saat ini tidak lebih baik, meskipun secara kualitas produksi dan jumlah meningkat.

Karena ketika produksi melimpah, justru pembeli dan harga terus menurun.

“Karena itu kami termotivasi untuk segera melengkapi supaya garam yang diproduksi nanti memiliki ISO dan SNI,” pungkas Azhari.(*)

Baca: Istri Polisikan Suami di Nagan Raya, Akibat Aniaya Anak Kandung

Baca: Pria Perias Pengantin Ditangkap Polisi, Sudah Tiduri 50 Lelaki, Berdandan Seperti Perempuan

Baca: Massa Bakar Mobil Toyota Hiace di Lhoong Aceh Besar, Ini Pemicunya

Penulis: Jafaruddin
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved