Kejati Periksa Direktur KKP dan Eks Dirut PT Perinus Terkait Proyek Keramba Jaring Apung di Sabang

Dari tiga lokasi pengerjaan keramba tersebut, hanya KJA di Pangadaran yang berhasil diresmikan oleh Presiden Jokowi

Kejati Periksa Direktur KKP dan Eks Dirut PT Perinus Terkait Proyek Keramba Jaring Apung di Sabang
SERAMBINEWS.COM/MASRIZAL
Mantan direktur utama (Dirut) PT Perikanan Nusantara (Perinus) Dendi Anggi Gumilang, Ridwan Zachrie, mantan Direktur Keuangan PT Perinus, Rommy, ketua tim pelaksana proyek KJA, dan Gufron Albayroni, pihak dari perusahaan Norwegia AquaOptima AS Trondheim di Indonesia sedang menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pada pengerjaan Keramba Jaring Apung lepas pantai (KJA offshore) di Sabang di Kejati Aceh, Senin (1/7/2019) . 

Kejati Periksa Direktur KKP dan Mantan Dirut PT Perinus Terkait Pengerjaan Keramba Ikan Kakap Putih di Sabang

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, Senin (1/7/2019) mulai memeriksa Direktur Perbenihan di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Coco Kokarkin Soetrisno dan mantan direktur utama (Dirut) PT Perikanan Nusantara (Persero) Dendi Anggi Gumilang sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pada pekerjaan proyek Keramba Jaring Apung lepas pantai (KJA offshore) di Sabang tahun 2017.

Selain dua orang tersebut, penyidik juga memeriksa tiga saksi lainnya, yaitu Ridwan Zachrie, mantan Direktur Keuangan PT Perikanan Nusantara (Perinus) yang kini menjadi Direktur Operasional & Pemasaran PT Perinus.

Rommy, ketua tim pelaksana KJA, dan Gufron Albayroni, pihak dari perusahaan Norwegia AquaOptima AS Trondheim di Indonesia.

Baca: Penyidik Kejati Minta Imigrasi Cekal Darmili Berpergian ke Luar Negeri

Kepala Kejati (Kajati) Aceh, Irdam SH MH melalui Kasi Penkum Kejati Aceh, H Munawal Hadi SH MH kepada Serambinews.com, Senin (1/7/2019) mengatakan, bahwa pemeriksaan itu dilakukan setelah penyidik meningkatkan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan dan itu pemeriksaan pertama.

“Mereka diperiksa masih sebatas saksi,” kata Irdam.  

Dari hasil investigasi pihaknya, kata Kajati, penyidik menemukan berbagai dugaan pelanggaran dalam pekerjaan KJA di Sabang di antaranya tidak sesuai spesifikasi, sehingga KJA tersebut tidak bisa digunakan.

Untuk nilai kontrak proyek itu sekitar Rp 40-an miliar lebih dari total pagu Rp 50 miliar dari APBN 2017 yang dikelola KKP RI.

“Tujuan pembuatan keramba itu untuk budidaya ikan kakap putih sebagai program dari KKP. Keramba ini posisinya harus di arus kuat, tidak bisa di Teluk Sabang karena limbah pakan bisa mencemari teluk. Makanya lokasi keramba ini di tengah laut,” kata Irdam.

Baca: Internal Golkar Aceh Inginkan Hendra Budian Jadi Pimpinan DPRA

Halaman
123
Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved