Kejati Periksa Direktur KKP dan Mantan Dirut PT Perinus

Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, Senin (1/7) mulai memeriksa Direktur Perbenihan di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI

Kejati Periksa Direktur KKP dan Mantan Dirut PT Perinus
SERAMBINEWS.COM/IST
ilustrasi 

* Terkait Proyek Keramba di Sabang

BANDA ACEH - Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, Senin (1/7) mulai memeriksa Direktur Perbenihan di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Coco Kokarkin Soetrisno dan mantan direktur utama (dirut) PT Perikanan Nusantara (Persero) Dendi Anggi Gumilang sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pada pekerjaan proyek Keramba Jaring Apung lepas pantai (KJA offshore) di Sabang tahun 2017.

Selain dua orang tersebut, penyidik juga memeriksa tiga saksi lainnya, yaitu Ridwan Zachrie mantan direktur keuangan PT Perikanan Nusantara (Perinus) yang kini menjadi Direktur Operasional dan Pemasaran PT Perinus, Rommy, Ketua Tim Pelaksana KJA, dan Gufron Albayroni, mewakili pihak perusahaan Norwegia AquaOptima AS Trondheim di Indonesia.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh, Irdam MH melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Aceh, H Munawal Hadi MH kepada Serambi di Banda Aceh, Senin (1/7) mengatakan bahwa pemeriksaan itu dilakukan setelah penyidik meningkatkan status perkara tersebut dari penyelidikan ke penyidikan dan itu pemeriksaan pertama. “Mereka diperiksa masih sebatas saksi,” kata Irdam.

Dari hasil investigasi pihaknya, kata Kajati, penyidik menemukan berbagai dugaan pelanggaran dalam pekerjaan KJA di Sabang. Di antaranya, tidak sesuai dengan spesifikasi sehingga KJA tersebut tidak bisa digunakan atau tidak fungsional.

Nilai kontrak proyek tersebut sekitar Rp 40-an miliar lebih dari total pagu Rp 50 miliar dari APBN 2017 yang dikelola KKP RI.

“Tujuan pembuatan keramba itu untuk budi daya ikan kakap putih sebagai program dari KKP. Keramba ini posisinya harus di arus kuat, tidak bisa di Teluk Sabang karena limbah pakan bisa mencemari teluk. Makanya lokasi keramba ini di tengah laut,” kata Irdam.

Sebenarnya, lanjut Irdam, proyek KJA lepas pantai tersebut tidak saja ada di Sabang, tapi juga tersebar di tiga tempat. Selain Sabang juga ada di Pangandaran (Jawa Barat) dan Karimun Jawa (Jepara). Proyek ini dikerjakan oleh PT Perinus, salah satu perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Total anggaran yang digelontarkan lembaga yang dipimpin Menteri Susi Pudjiastuti untuk tiga KJA itu mencapai Rp 131.451 miliar. Keramba jaring berteknologi modern dengan mengadopsi teknologi industri perikanan milik Norwegia itu bertujuan untuk meningkatkan produksi ikan laut jenis kakap putih.

Dalam pengerjaan proyek ini, PT Perinus menjalin kerja sama dengan perusahaan asal Norwegia AquaOptima AS Trondheim, perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan barang dan jasa instalasi di bidang perikanan budi daya. Satu keramba terdiri atas delapan kolam berdiameter 25 meter.

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved