Meski Kalah di Aceh, Jokowi tak Boleh Abaikan Aceh

Tokoh sentral referendum Aceh, Muhammad Nazar, yang pernah menjadi wakil gubernur Aceh paska perdamaian 2007-2012 mengingatkan pasangan Capres...

Meski Kalah di Aceh, Jokowi tak Boleh Abaikan Aceh
For Serambinews.com
Muhammad Nazar saat diterima Tgk Muhammad Hasan Di Tiro dalam satu kesempatan beberapa tahun silam. 

Meski Kalah di Aceh, Jokowi tak Boleh Abaikan Aceh

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Tokoh sentral referendum Aceh, Muhammad Nazar, yang pernah menjadi wakil gubernur Aceh paska perdamaian 2007-2012 mengingatkan pasangan Capres/Cawapres Jokowi-Ma’ruf agar tetap memberikan perhatian serius kepada pembangunan di Aceh, mesk para pemilih di Aceh mayoritas memenangkan pasangan Prabowo-Sandi.

“Presiden Jokowi tidak boleh melihat persentase jumlah suara yang didapatkannya di Aceh. Jokowi-Ma’ruf harus tetap memperlakukan Aceh sebagai daerah sangat penting dibangun Pemerintah,” harap Nazar saat ditanyai di sela-sela acara halal bi halal dan Forum Silaturrahmi Aceh Meusapat di Mes Aceh, Jakarta, Minggu, (30/6/2019).

Nazar menyebut suara Jokowi-JK pada Pilpres tahun 2014 di Aceh lebih 47 persen dan Prabowo waktu itu hanya menang tipis lebih dari 52 persen, padahal partai pengusung Prabowo-Hatta yang bercokol di DPRA waktu itu lebih 80 persen.

Artinya, kata Nazar, dalam Pilpres 2014 Jokowi-JK di Aceh kan dapat disebut menang berbanding jumlah kursi partai pengusungnya yang ada di DPRA yang jauh lebih sedikit dibandingkan pengusung Prabowo-Hatta.

Waktu itu, Prabowo tidak berhasil menang mutlak di Aceh karena isu-isu eksploitasi agama belum nampak mempengaruhi pemilih akar rumput.

Ditambah lagi dengan adanya isu-isu terkait pelanggaran hak-hak manusia yang pernah terjadi di Aceh masa lalu yang justru menguntungkan Jokowi-JK.

Kali ini berbeda lagi. Memang tidak mudah bagi Jokowi-Ma’ruf gara-gara hantaman isu agama sejak peristiwa dihukumnya Ahok dan aksi-aksi massa yang mengeksploitasi agama yang sangat cepat menyebar di medsos hingga terjadi kampanye-kampanye hitam di tingkat akar rumput, sementara sebagian besar masyarakat belum menjadi pemilih rasional.

“Karena itulah menurut saya Jokowi-Ma’ruf harus dapat memahami kondisi psiko sosial politik rakyat bawah yang cepat terpengaruh dan pemilih di Aceh tak perlu disalahkan. Itulah demokrasi yang tumbuh sangat cepat tetapi belum dibarengi dengan kemampuan sebagian besar pemilih bagaimana menilai, memilih dan memilah yang ideal dalam pemilu,” tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Fikar W Eda
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved