Banyak Jatuh Korban, Ikapa Imbau jangan Gampang Tergiur Penipuan MLM

Ketua Ikatan Pemuda Aceh (IKAPA) Bandung, Nahar Fazlan, mengatakan sejak Desember 2018 sudah banyak pemuda asal Aceh yang mengadu kepada Ikapa menjadi

Banyak Jatuh Korban, Ikapa Imbau jangan Gampang Tergiur Penipuan MLM
SERAMBINEWS.COM/ HARISUL AMAL
Ketua Umum Ikatan Pemuda Aceh Bandung, Nahar Fazlan (kiri) membuat nota kesepakatan dengan salah satu leader MLM yang diduga melakukan penipuan terhadap puluhan pemuda Aceh (kanan), di Cikutra, Bandung, Kamis (4/4/2019) lalu. 

Laporan Harisul Amal I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Penipuan berkedok iming-iming tawaran kerja fiktif kembali marak terjadi.

Sejumlah pemuda Aceh diduga menjadi korban penipuan diiming-imingi kerja pada sebuah perusahaan di Bandung.

Ketua Ikatan Pemuda Aceh (IKAPA) Bandung, Nahar Fazlan, mengatakan sejak Desember 2018 sudah banyak pemuda asal Aceh yang mengadu kepada Ikapa menjadi korban penipuan.

Menurutnya mereka berangkat dari Aceh ke Bandung biasanya karena diajak oleh teman lamanya ataupun teman dari sosial media yang mengimingi kerja di sebuah perusahaan di Bandung.

Baca: Argentina Tersingkir, Hanya Gol Penalti yang Menyelamatkan Muka Lionel Messi di Copa America 2019

Baca: Rumah Warga Singkil Terbakar, Korban Lompat dari Jendela

Baca: Tegur Warganya yang Selingkuh, Pak RT Dianiaya: Tangannya Dibabat Pedang

Namun setiba di Bandung ternyata pekerjaan tersebut tidak ada.

Mereka terjebak karena ternyata itu adalah salah satu perusahaan Multi Level Marketing (MLM), dan merasa tertipu karena telah membayar belasan juta rupiah.

“Sejauh ini kami hanya bisa membantu penginapan bagi di asrama Aceh, ada juga yang kami carikan pekerjaan di Bandung, dan sebagian besar kami bantu cari cara untuk dipulangkan kembali ke Aceh,” ujar Nahar kepada Serambi.

Ia menambahkan, ini telah menjadi keresahan bersama dan IKAPA pada April 2019 lalu berhasil menggerebek ke kontrakan mereka, dan membuat nota kesepakatan dengan salah satu leadernya, yaitu untuk tidak menipu lagi orang dari Aceh. Dan ternyata, sekarang ada lagi.

“Dalam hal ini kami sudah berkonsultasi dengan LBH Bandung tentang kemungkinan untuk menempuh jalur hukum, kami juga telah komunikasi dengan Pemerintah Aceh melalui Badan Penghubung Pemerintah Aceh di Jakarta, sejauh ini belum ada langkah kongkret yang dapat dilakukan,” lanjutnya.

Ia berharap masyarakat untuk sama-sama membagikan informasi tersebut dan mensosialisasikan kepada masyarakat untuk berhati-hati, dan teliti dalam mencari pekerjaan.

“Karena menurut kami langkah kongkret dan yang paling tepat yang dapat kita lakukan sekarang adalah pencegahan agar tidak ada lagi korban selanjutnya. Pencegahan tersebut bisa terwujud dengan cara sama-sama kita bagi informasi ini dan bersosialisasi kepada masyarakat,” sebutnya.(*)

Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved