Gara-gara Disebut Bau Napas, Pria Ini Ditikam Temannya

Menurut kepolisian, insiden itu terjadi pada pukul 23.45 waktu setempat saat Shoaib yang sedang mengendarai sepeda motor melihat Nabi, temannya.

Gara-gara Disebut Bau Napas, Pria Ini Ditikam Temannya
net
Nafas bau 

SERAMBINEWS.COM, BENGALURU -  Seorang pemuda yang menyebut napas temannya bau menjadi korban penikaman di desa Mavalli, negara bagian Karnataka, India.

Adik korban yang mencoba menolong mengalami nasib serupa dalam insiden yang terjadi pada Minggu (30/6/2019) malam itu.

Shoaib Pasha (23) dan Shahid Pasha (21) kemudian dirawat di sebuah rumah sakit dan nyawa mereka bisa diselamatkan.

Sementara itu, kepolisian setempat mengatakan telah menangkap Nabi alias Balli, seorang karyawan toko aksesori mobil yang menjadi pelaku penikaman.

Baca: Kronologi Bocah 8 Tahun Dihukum Ibunya Berlutut di Bara Api, Kondisinya Mengenaskan

Baca: Penetapan Perolehan Kursi dan Calon Terpilih DPRK Simeulue Ditunda

Baca: Banyak Jatuh Korban, Ikapa Imbau jangan Gampang Tergiur Penipuan MLM

Baca: Xiaomi Resmi Rilis Mi CC9e, Berikut Spesifikasi dan Bocoran Harganya

Menurut kepolisian, insiden itu terjadi pada pukul 23.45 waktu setempat saat Shoaib yang sedang mengendarai sepeda motor melihat Nabi, temannya.

Setelah menghentikan sepeda motor, keduanya saling menyapa.

"Saat itulah Nabi berusaha memeluk Shoib yang justru mendorongnya karena tak tahan dengan bau napasnya," ujar polisi.

"Akibatnya, Nabi marah dan keduanya kemudian bertengkar. Pertengkaran makin panas dan Nabi mencabut sebilah pisau dan menikam perut Shoaib," kata polisi.

Shoaib kemudian memanggil sang adik, Shahid untuk menolong yang datang dalam hitungan menit.

"Namun, Nabi juga menikam Shahid sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian," kata polisi.

Setelah melakukan pengejaran, polisi berhasil menangkap Nabi pada Selasa (2/7/2019) dan langsung menahan pria tersebut.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Disebut Napasnya Bau, Seorang Pria Nekat Tikam Temannya"

Penulis : Ervan Hardoko

Editor: Amirullah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved