Komisi VIII DPR RI Dukung Pelestarian Embarkasi Haji di Rubiah, Ini Permintaan kepada Pemerintah

Ketua Komisi VIII DPR RI Dr HM Ali Taher mengatakan sangat mendukung pelestarian gedung embarkasi haji peninggalan Belanda yang dibangun tahun 1920..

Komisi VIII DPR RI Dukung Pelestarian Embarkasi Haji di Rubiah, Ini Permintaan kepada Pemerintah
FOTO HUMAS KEMENAG ACEH
Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Sri Ilham Lubis bersama rombongan melihat langsung gedung embarkasi haji pertama nusantara peninggalan kolonial Belanda di Pulau Rubiah, Sabang, Senin (24/6/2019). 

Komisi VIII DPR RI Dukung Pelestarian Embarkasi Haji di Rubiah, Ini Permintaan kepada Pemerintah

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Ketua Komisi VIII DPR RI, Dr HM Ali Taher mengatakan sangat mendukung pelestarian gedung embarkasi haji peninggalan Belanda yang dibangun tahun 1920 di Pulau Rubiah, Sabang.

Dia berharap pemerintah bisa melakukan pemugaran situs sejarah perhajian pertama Indonesia tersebut.

"Kami membaca di berbagai media tentang pusat karantina haji di Aceh. Kami rasa itu adalah tempat perlu dilestarikan, menjadi situs sejarah yang sangat bernilai, perlu dipugar dan dilestarikan, tempat itu menjadi catatan sejarah perhajian Indonesia," kata Taher saat sedang berada di Banda Aceh, Selasa (2/7/2019).

Sebelumnya Serambi memberitakan kondisi gedung embarkasi haji di Pulau Rubiah yang tak terawat dan luput dari perhatian pemerintah.

Bahkan, perkarangan gedung yang berada di tengah pulau tersebut sudah ditutupi semak belukar dan ilalang.

Masyarakat luar juga banyak yang tak tahu situs sejarah perhajian itu. Kebanyakan wisatawan yang datang ke Pulau Rubiah hanya untuk menikmati pesona wisata bahari yang ada di sana, seperti snorkeling dan menyelam.

Baca: Abdya Sediakan 56 Unit Traktor, Sukseskan Olah Lahan Musim Tanam Gadu 2019

Baca: Belasan Juru Parkir Liar di Banda Aceh Terjaring Razia Petugas Gabungan

Baca: Besok, Pendaftaran Rally Wisata Banda Aceh Dibuka di Kantor Harian Serambi Indonesia

Terakhir kali gedung itu dipugar ketika Ustaz Abdul Somad datang ke sana, November 2018.

Karena itu, Taher meminta pemerintah daerah untuk fokus memberikan perhatian terhadap situs sejarah tersebut.

Halaman
123
Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved