Unsyiah Bahas Pembangunan Desa Wisata Nilam Aceh

Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) bekerja sama dengan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia

Unsyiah Bahas Pembangunan Desa Wisata Nilam Aceh
FOTO HUMAS UNSYIAH
KETUA ARC Unsyiah, Syaifullah Muhammad (kiri), Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati (tengah), dan Wakil Rektor IV Unsyiah, Dr Hizir (kanan) menjadi pemateri dalam FGD pengembangan desa wisata nilam Aceh di Kantor DWP Aceh, Selasa (2/7). 

BANDA ACEH - Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) bekerja sama dengan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh, Flower Aceh, dan Aceh Australian Alumni (AAA), membahas rencana pengembangan desa wisata-desa inovasi nilam di Aceh. Focus Group Discussion (FGD) itu dibuka Wakil Rektor IV Unsyiah, Dr Hizir, di Gedung DWP Aceh, Selasa (2/7).

Kepala ARC Unsyiah, Dr Syaifullah Muhammad mengatakan, Unsyiah dan Bappeda Aceh sudah melakukan penelitian terkait nilam, yang berfokus pada persoalan yang terjadi dalam industri nilam di Aceh. Hasilnya, ditemukan 30 masalah serius dan salah satunya adalah ada ‘permainan’ dari eksportir luar yang membuat petani nilam merugi. Banyaknya persoalan itu membuat banyak masyarakat menjadi enggan menanam nilam.

Dari berbagai persoalan tersebut, lanjut Syaifullah, mereka membuat program masterplan, yang terangkum secara komprehensif dari hulu ke hilir. Salah satu program itu adalah membangun desa wisata nilam di Aceh. Hal itu, menurutnya, adalah salah satu upaya membantu masyarakat menjual minyak nilam atau produk turunan nilam, sehingga mereka tidak lagi bergantung dengan pihak luar.

“FGD hari ini (kemarin-red) tujuannya untuk menggabungkan berbagai pemikiran dan inovasi dari orang-orang yang sudah berpengalaman di sektor pariwisata. Kemudian kita akan membuat masterplan khusus untuk pembangunan desa wisata nilam tahun,” ungkap Syaifullah.

Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, mengatakan, untuk meningkatkan kejayaan Aceh, salah satu yang harus difokuskan saat ini adalah sektor pariwisata karena potensi yang dimiliki sangat besar. Saat ini, sebut Dyah, saat ini sudah ada slogan 1 village 1 produk, karena memang seharusnya semua pembangunan ekonomi berawal dari desa.

Masalahnya, tambah Dyah, SDM desa yang belum cukup siap. “Di sinilah peran PKK untuk menggerakkan masyarakat agar mereka memiliki komitmen yang kuat untuk membangun desa,” tegasnya. Dyah mengaku akan mendukung rencana pengambangan desa inovasi nilam dan siap untuk berada di garis depan.

Wakil Rektor IV Unsyiah, Dr Hizir, mengatakan, nilam Aceh sudah terbukti sangat khas dan tidak dimiliki oleh daerah lain. Menurutnya, nilam juga merupakan satu dari sembilan komoditi unggulan yang dimiliki Aceh. Karena itu, Hizir yakin melalui berbagai inovasi, termasuk pembangunan desa wisata, nilam bisa menjadi salah satu komoditi yang dapat dimanfaatkan untuk menaikkan kejayaan Aceh.

Syaifullah yang juga Ketua Panitia FGD itu menyebutkan, desa wisata nilam itu rencananya akan berlokasi di tiga titik yaitu Aceh Jaya, Banda Aceh, dan Aceh Besar. Pusatnya akan berada di Desa Ranto Sabon, Kecamatan Sampoiniet, Aceh Jaya. Alasannya, Aceh Jaya memiliki potensi alam yang cukup mendukung. Sementara Banda Aceh dan Aceh Besar akan dijadikan sebagai lokasi pendukung yang juga turut menjual produk wisata nilam, yang posisinya masih didiskusikan.

Ditambahkan, desa wisata nilam ini akan berbasis kearifan lokal, sehingga nilai-nilai budaya setempat tidak tergerus. “Desa ini juga berbasis pada inovasi yang bersifat inklusif, bukan eksklusif. Terakhir, tentunya desa wisata nilam ini akan menjadi wisata kreatif, yaitu adanya sentuhan kreatifitas dari setiap tempat ataupun produk yang akan dipamerkan,” pungkas Syaifullah.

Kepala Humas Unsyiah, Chairil Munawir MT SE MM, dalam siaran pers yang diterima Serambi, kemarin, mengatakan, FGD itu menghadirkan berbagai kalangan seperti pemerintah, komunitas, pelaku bisnis, dan pihak terkait lainnya. Pimpinan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh, Zainal Arifin Lubis turut menjadi salah seorang pemateri.(jal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved