Berita Foto

FOTO-FOTO : Angkat Sejarah Aceh, Khususnya Peunayong Melalui Mural, Darwati A Gani Ikut Nimbrung

Membuat mural seperti di Penang, Malaysia, yang namanya kota tua, kita ingin belajar dari situ untuk menarik minat wisatawan ke Banda Aceh.

FOTO-FOTO : Angkat Sejarah Aceh, Khususnya Peunayong Melalui Mural, Darwati A Gani Ikut Nimbrung - mural_1.jpg
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Darwati A Gani ikut nimbrung membuat mural dinding yang dipandu oleh Zul MS.
FOTO-FOTO : Angkat Sejarah Aceh, Khususnya Peunayong Melalui Mural, Darwati A Gani Ikut Nimbrung - mural-2.jpg
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Darwati A Gani melukis mural dinding di Peunayong, Banda Aceh.
FOTO-FOTO : Angkat Sejarah Aceh, Khususnya Peunayong Melalui Mural, Darwati A Gani Ikut Nimbrung - mural-3.jpg
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Darwati A Gani mengaduk cat untuk membuat mural dinding yang dipandu oleh Zul MS.
FOTO-FOTO : Angkat Sejarah Aceh, Khususnya Peunayong Melalui Mural, Darwati A Gani Ikut Nimbrung - mural-4.jpg
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Zul MS melukis mural dinding di Peunayong, Banda Aceh.
FOTO-FOTO : Angkat Sejarah Aceh, Khususnya Peunayong Melalui Mural, Darwati A Gani Ikut Nimbrung - mural-5.jpg
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Zul MS melukis mural buah cengkeh dan buah pala.
FOTO-FOTO : Angkat Sejarah Aceh, Khususnya Peunayong Melalui Mural, Darwati A Gani Ikut Nimbrung - mural-6.jpg
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Salah satu zona pembuatan mural sejarah, di Peunayong, Banda Aceh.
FOTO-FOTO : Angkat Sejarah Aceh, Khususnya Peunayong Melalui Mural, Darwati A Gani Ikut Nimbrung - mural-7.jpg
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Pelukis Zulkiplie Muhammad Sanie atau yang dikenal dengan sebutan Zul MS membuat mural sejarah Peunayong, Banda Aceh.

Angkat Sejarah Aceh, Khususnya Peunayong Melalui Mural, Darwati A Gani Ikut Nimbrung

Laporan Budi Fatria | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Gampong Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Kamis (4/7/2019) pagi, memulai program "Semarak Warna-Warni Mural Gampong Peunayong dalam Keberagaman,"

Kegiatan membuat mural dinding ini sebagai bentuk kepedulian terhadap keindahan Kota Banda Aceh. Para pemural ingin menjadikan Peunayong sebagai Kota Wisata dan Kota Seni.

Baca: Sekali Panen 800 Kg, Kepiting Soka Banda Aceh di Kirim Ke Medan dan di Ekspor ke Luar Negeri

Menurut mereka, selama ini wisatawan datang ke Kota Banda Aceh hanya mengetahui objek wisata, seperti Masjid Raya Baiturrahman, Museum Tsunami Aceh, dan objek wisata lainnya.

"Kita mencoba, untuk membuat mural seperti di Penang, Malaysia, yang namanya kota tua, kita ingin belajar dari situ untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Banda Aceh," kata ketua panitia acara, Denny Saputra.

Selain itu, menurut Denny, kegiatan ini bertujuan mengangkat lagi sejarah Aceh, khususnya Peunayong. Oleh karena itu, mural ini dilukis seperti sejarah dulu, ada kapal dagang, cengkeh, dan buah pala.

Baca: FOTO-FOTO : Gadis Bertubuh Mungil di Meureudu Pidie Jaya

"Aceh dulu terkenal dengan daerah penghasil rempah-rempah, maka kita angkat lagi sejarah Aceh, khususnya Peunayong ini melalui mural," jelas Denny.

Denny menyebutkan ada 23 titik mural yang mereka buat dan dibagi dalam tiga zona, yakni A, B dan C. Zona A di tengah-tengah kota. Sedangkan zona B agak pinggiran antara satu toko dengan lainnya yang disebut gang. Adapun zona C di pinggiran sungai Krueng Aceh.

"Semuanya ada tiga tema untuk pembuatan mural ini. Tema pertama melukis tentang keberagaman karena Peunayong ini komplit, semua suku dan ras ada di sini. Tema kedua tentang narkoba, karena kawasan ini adalah pusat kota dan daerah keramaian," sebut Denny.

Sedangkan tema ketiga, kata Denny tentang kebersihan. Pasalnya di Peunayong ini daerah perdagangan atau pasar, sehingga sangat penting bagi para pedagang untuk tetap menjaga kebersihan.

Baca: FOTO-FOTO : Tak Terangkut, Tumpukan Sampah di Gampong Labuy, Aceh Besar Menggunung

Untuk membuat mural ini, panitia mendatangkan pelukis Zulkiplie Muhammad Sanie atau yang dikenal dengan sebutan Zul MS.

Tak ketinggalan Darwati A Gani juga ikut nimbrung membuat mural dinding yang dipandu oleh Zul MS.

Lebih dari itu, untuk mengonsep mural sejarah ini, menurut Denny, mereka berkoordinasi dengan berbagai pihak, seperti Pemko Banda Aceh, warga Peunayong, pelaku seni, serta dosen Filsafat dan dosen Fakultas Teknik Unsyiah, Banda Aceh. (*)

Penulis: Budi Fatria
Editor: Budi Fatria
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved