Menteri Intelijen Iran: Amerika Serikat Batalkan Serangan Udara Karena Takut Kekuatan Militer Iran

Menteri Intelijen Iran Mahmoud Alavi menyebut bahwa Iran dan Amerika Serikat masih berpeluang untuk melakukan dialog, meski peluang tersebut sangat ke

Menteri Intelijen Iran: Amerika Serikat Batalkan Serangan Udara Karena Takut Kekuatan Militer Iran
REUTERS / RAHEB HOMAVANDI
Menteri Intelijen Iran Mahmoud Alavi (REUTERS / RAHEB HOMAVANDI) 

SERAMBINEWS.COM, DUBAI - Menteri Intelijen Iran Mahmoud Alavi menyebut bahwa Iran dan Amerika Serikat masih berpeluang untuk melakukan dialog, meski peluang tersebut sangat kecil.

Menurut Alavi, Washington dapat melakukan pembicaraan dengan Teheran hanya jika AS mengakhiri sanksi yang dijatuhkan terhadap negaranya.

Selain itu juga harus mendapat persetujuan dari otoritas tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Demikian dilaporkan kantor berita IRNA, pada Kamis (4/7/2019).

"Mengadakan dialog dengan AS hanya bisa dipertimbangkan oleh Iran jika (Presiden Donald Trump) mencabut sanksi dan pemimpin tertinggi kami memberikan izin untuk pembicaraan semacam itu," ujar Alavi, Rabu (3/7/2019) malam.

Di kesempatan yang sama, Alavi juga mengungkapkan alasan sebenarnya di balik keputusan AS yang membatalkan serangan udaranya ke Iran.

"Orang-orang Amerika itu takut dengan kekuatan militer Iran. Itulah alasan sebenarnya di balik keputusan mereka membatalkan keputusan untuk menyerang Iran," ujarnya.

Seperti diketahui, Trump mengatakan jika pihaknya telah membatalkan rencana serangan udara ke Iran pada menit-menit terakhir.

Pembatalan itu setelah Trump mendapat laporan jika serangan itu dapat menewaskan 150 orang dan menilai korban tersebut tak sebanding dengan tindakan Teheran menembak jatuh drone milik AS.

Ketegangan antara Iran dengan AS meningkat sejak Presiden Trump menarik Washington dari kesepakatan nuklir 2015 dan menerapkan kembali sanksi pada tahun lalu.

Halaman
123
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved