Modifikasi Tangki BBM, Dua Mobil dan 11 Sepmor Diamankan

Anggota Polsek Jeunieb, Bireuen, Selasa (2/7) sekitar pukul 12.30 WIB, mengamankan dua mobil

Modifikasi Tangki BBM, Dua Mobil dan 11 Sepmor Diamankan
FOTO DOK POLSEK JEUNIEB
SEJUMLAH sepeda motor diamankan ke Mapolsek Jeunieb, Bireuen karena tangki BBM-nya dimodifikasi, Rabu (3/7). 

BIREUEN - Anggota Polsek Jeunieb, Bireuen, Selasa (2/7) sekitar pukul 12.30 WIB, mengamankan dua mobil dan 11 sepeda motor (sepmor) di kompleks SPBU Jeunieb. Penyebabnya, tangki ke 13 kendaraan tersebut diduga sudah dimodifikasi oleh pemiliknya untuk bisa mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK MSi, melalui Kapolsek Jeunieb, Iptu Soeharto, kepada Serambi, kemarin, mengatakan, awalnya anggota Polsek Jeunieb mendapat laporan ada antrean panjang pada pengisian BBM di SPBU Jeunieb hingga menyebabkan arus lalu lintas terganggu.

Lalu, sebutnya, anggota Polsek turun ke lokasi untuk memastikan kebenaran laporan itu dan pengecekan penyebabnya. Setiba di lokasi, menurut Kapolsek, petugas melihat sejumlah mobil dan sepeda motor yang tangki BBM-nya sudah dimofikasi--bentuk maupun kapasitasnya sudah di luar batas normal--sedang mengantre. Diduga BBM yang diisi ke tangki kendaraan itu akan dijual kembali kepada konsumen atau kios-kios pengecer minyak.

Melihat kondisi demikian, dua mobil dan 11 sepmor langsung diamankan ke Mapolsek Jeunieb. Setelah itu, penyidik mendata dan memeriksa pemilik kendaraan tersebut. Mereka diduga melanggar Undang-undang tentang Migas antara lain Pasal 53 huruf (b) yang isinya ‘Setiap orang yang melakukan pengangkutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 tanpa Izin Usaha Pengangkutan dipidana dengan pidana penjara paling lama empat tahun dan denda paling tinggi Rp 40 miliar.

Hingga kemarin, tambah Iptu Soeharto, pemilik kendaraan tersebut masih diperiksa di Mapolsek Jeunieb. Pemeriksaan itu dilakukan untuk mengetahui sudah sejauh mana aktivitas itu mereka dan sudah berapa kali melakukan perbuatan yang sama.

Sehubungan dengan kasus itu, Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK MSi, melalui Kapolsek Jeunieb, Iptu Soeharto, mengimbau semua SPBU di Bireuen agar tidak melayani penyedot BBM dengan cara memodifikasi tangki kendaraan mereka agar bisa mengisi BBM dalam jumlah banyak.

Pembatasan pembelian BBM untuk tangki kendaraan yang sudah diubah bentuknya, menurut Kapolsek Jeunieb, dilakukan demi kelancaran dan ketersediaan BBM terutama premium di setiap SPBU. Kepada masyarakat, ia juga berharap agar tak melakukan pelanggaran yang akhirnya bisa membuat mereka berhadapan dengan hukum. Sebab, orang yang melakukan tindakan itu terancam hukuman penjara minimal 4 tahun. “Sudah banyak kasus pelanggar Undang-undang Migas yang berhadapan dengan hukum dan akhirnya masuk penjara. Kami memohon masyarakat tidak melakukan perbuatan itu,” pungkas Kapolres.(yus)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved