Rapai dan Debus Aceh Pukau Pengunjung Semarang Night Carnival

Delegasi Kota Banda Aceh ikut ambil bagian dalam International Semarang Night Carnival (ISNC) digelar Rabu (3/7/2019) malam di pusat kota Semarang...

Rapai dan Debus Aceh Pukau Pengunjung Semarang Night Carnival
For Serambinews.com
Delegasi Kota Banda Aceh ikut ambil bagian dalam International Semarang Night Carnival (ISNC) digelar Rabu (3/7/2019) malam di pusat kota Semarang, Jawa Tengah. 

Rapai dan Debus Aceh Pukau Pengunjung Semarang Night Carnival

Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Delegasi Kota Banda Aceh ikut ambil bagian dalam International Semarang Night Carnival (ISNC) digelar Rabu (3/7/2019) malam di pusat kota Semarang, Jawa Tengah.

Semarang Night Carnival merupakan bagian dari kegiatan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) XIV yang sedang berlangsung di Semarang.

98 Kota peserta Apeksi ikut menampilkan kekhasan budaya masing-masing daerah pada event ini.

Dalam carnival itu, Banda Aceh menyuguhkan penampilan Rapai Geleng dan debus di hadapan ribuan pengunnjung dan para wali kota se-Indonesia.

Rapai geleng dibawakan oleh anak anak Sanggar Citka Geunta dan debus dibawakan oleh anak-anak Sanggar gemilang.

Selain itu, seleuruh delegasi Banda Aceh menggunakan baju adat Aceh, yang sering disebut sebagai baju linto baro dan baju dara baro.

Kota Banda Aceh menjadi salah-satu peserta yang ditunggu-tunggu pengunjung, baik oleh masyarakat Semarang sendiri, pengunjung dari seluruh Indonesia maupun wisatawan manca negara.

Baca: Jumat Malam, Acara Peduli Yaman Digelar, Hadirkan Grup Nasyid Raihan

Baca: Pegawai Kejari Bireuen Gelar Donor Darah, Dalam Rangka HBA ke-59

Baca: Kondisi Jembatan di Ponpes Darul Amilin Jadid Mengkhawatirkan

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman bersama istri serta Wakil Wali Kota, Zainal Arifin dan istri juga mengenakan baju linto dan baju dara baro.

Lewat kedua tarian ini, Wali Kota bertekad mempromosikan Banda Aceh ke seluruh Indonesia dan manca negara.

Kata Aminullah, selain memiliki destinasi wisata islami dunia, Banda Aceh juga memiliki kekayaan budaya yang wajib dinikmati wisatawan.

Kuliner yang lezat juga menjadi alasan kenapa Banda Aceh harus dikunjungi.(*)

Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved