Sidang Bos Sabu Gagal

Sidang perdana pemilik sabu 70 kilogram dan esktasi kilogram (10 ribu butir), Ramli (55) narapidana asal Desa

Sidang Bos Sabu Gagal
IST
Bob Rosman

LHOKSUKON – Sidang perdana pemilik sabu 70 kilogram dan esktasi kilogram (10 ribu butir), Ramli (55) narapidana asal Desa Calok Geulima, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur, Rabu (3/7) kembali gagal disidangkan. Minimnya pengawalan sehingga Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak membawa terdakwa ke Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon, Aceh Utara.

Informasi diperoleh Serambi, dari lima terdakwa yang terlibat dalam kasus itu empat diantaranya sudah menjalani sidang perdana. Mereka Metaliana (28) dan suamianya Muhammad Zubir (28). Kemudian, Saiful Bahri alias Pon (29), dan Muhammad Zakir (23), keduanya warga Desa Seuneubok Baro, Kecamatan Idi Cut, Aceh Timur.

Sebelumnya, Ramli dijadwalkan menjalani sidang perdana Selasa (2/7). Namun, minimnya pengawalan membuat jaksa menyampaikan kepada majelis hakim akan membawa Ramli untuk menjalani sidang perdana pada Rabu (3/7) kemarin. Hanya saja, sidang tersebut kembali gagal disidangkan karena terdakwa yang saat ini dititipkan di Cabang Rutan Lhoksukon, tidak dibawa ke PN.

“Hari ini (kemarin red) juga tidak jadi sidang. Terdakwa tidak dibawa ke pengadilan oleh jaksa, sehingga kalau tidak ada terdakwa, maka sidang tak bisa dibuka,” ungkap Humas Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon, Bob Rosman kepada Serambi, Rabu (3/7). Pada hari Selasa (2/7), terdakwa juga dibawa ke pengadilan.

Disebutkan Bob Rosman, jaksa menyampaikan bahwa pihaknya tidak membawa terdakwa ke pengadilan karena alasan pengamanan. “Alasan yang disampaikan jaksa kepada majelis, tidak dibawanya Ramli karena tidak cukupnya pengamanan,” ujarnya. Sementara jarak dari Rutan Lhoksukon ke pengadilan mencapai dua kilometer.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dan Bea Cukai menggagalkan upaya penyelundupan 72 kg narkotika jenis sabu-sabu dan ekstasi di Perairan Jambo Aye, Aceh Utara dalam sebuah operasi gabungan di Lhoksukon 10 Januari 2019. Dalam penelusuran lebih lanjut, terungkap kalau barang haram itu milik bandar besar bernama Ramli, napi asal Aceh yang ditahan di LP Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara.

Kejari Aceh Utara, Edi Winarto SH melalui Kasi Pidana Umum, Yudi Permana SH kepada Serambi kemarin menyebutkan, untuk mengantisipasi terjadi hal-hal yang tak diinginkan dalam kasus tersebut, maka terdakwa Ramli tidak dibawa ke pengadilan karena tak cukupnya pengamanan. Sehingga, dia akan disidangkan bersama terdakwa lain pada 16 Juli mendatang.

Apalagi, kata Kasi Pidum, terdakwa atas nama Muhammad Zakir yang terlibat dalam kasus tersebut belum berhasil ditemukan setelah kabur dari Cabang Rutan Lhoksukon pada 16 Juni 2019 lalu. “Jadi untuk membawa terdakwa butuh pengamanan,” ujar Yudi Permana.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved