Jang-Ko Minta Plt Gubernur Aceh Lanjutkan Moratorium Izin Pertambangan Mineral di Aceh

Koordinator Jaringan Anti Korupsi Gayo (Jang-Ko), Maharadi, minta Plt. Gubernur Aceh melanjutkan moratorium pemberian izin pertambangan dan mineral..

Jang-Ko Minta  Plt Gubernur Aceh Lanjutkan Moratorium Izin Pertambangan Mineral di Aceh
Ist
Koordinator LSM Jang-Ko, Maharadi memegang surat yang dilayangkan kepada Presiden RI, serta ditujukan kepada sejumlah menteri terkait dengan penolakan kehadiran tambang di daerah itu, Selasa (10/4/2019). 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA --- Koordinator Jaringan Anti Korupsi Gayo (Jang-Ko), Maharadi, minta Plt. Gubernur Aceh melanjutkan moratorium pemberian izin pertambangan dan mineral di Aceh.

"Kami minta agar Plt Gubernur melanjutkan Instruksi Gubernur (Ingub) tentang Moratorium Izin Usaha Pertambangan Mineral Logam dan Batubara," ujar Maharadi, Jumat (5/7/2019).

Maharadi mengatakan Jang-Ko mendukung penuh Surat Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Atap Propinsi Aceh, nomor: 1874/Dalak/VII/2019), tanggal 3 Juli 2019, yang dikirimkan kepada Plt Gubernur, salah satunya berisi agar ditempuh moratorium sementara terhadap pertambangan mineral.

Baca: Jang-Ko Desak Plt Gubernur Aceh Juga Tolak Izin PT Linge Mineral di Aceh Tengah

Baca: Irwandi Pernah Tolak Izin PT Linge Mineral

Baca: LSM Jang-Ko Tolak Penambangan Emas PT Linge Mineral Resource di Kecamatan Linge

Baca: Perindag Aceh Data Industri Air Mineral

Maharadi menyampaikan moratorium Izin Usaha Pertambangan (IUP) telah diberlakukan Pemerintah Aceh sejak Oktober 2014 hingga berakhir 5 Juni 2018.

"Seharusnya komitmen untuk penyelamatan hutan dan lingkungan Aceh dari dampak penambangan Mineral Logam dilanjutkan Pemerintah Aceh dengan melanjutkan moratorium izin usaha pertambangan," demikian Koordinator Jang-Ko, Maharadi.

Beberapa waktu lalu marak aksi unjuk rasa oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan mahasiswa terhadap kegiatan pertambangan di Aceh seperti PT Emas Mineral Murni (EMM) di Aceh Tengah dan Nagan Raya, PT Linge Mineral Resource (LMR) di Aceh Tengah, serta PT. Pining Sejati Utama (PSU) di Aceh Selatan. (*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved