Kebakaran Lahan Meluas

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk lahan gambut, di sebagian Aceh dilaporkan meluas

Kebakaran Lahan Meluas
ANTARA /SYIFA YULINNAS
PETUGAS berusaha memadamkan api yang membakar lahan gambut di perkebunan kelapa sawit milik PT Fajar Baizury, kawasan Desa Cot Mue, Kecamatan Tadu Raya, Nagan Raya, Aceh, Kamis (4/7). 

* Capai 40 Ha di Enam Kabupaten

MEULABOH - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk lahan gambut, di sebagian Aceh dilaporkan meluas dalam tiga hari terakhir. Berdasarkan data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), dalam tiga hari terakhir sudah enam kabupaten di Aceh yang hutan dan lahannya terbakar dengan luas mencapai 40 hektare (ha).

Kepala Pelaksana BPBA, HT Ahmad Dadek SH mengatakan, data karhutla diperoleh setelah masing-masing BPBD kabupaten melaporkan ke Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBA. “Pemadaman masih terus dilakukan oleh masing-masing BPBD. BPBA masih terus memantau perkembangan karhutla,” kata Dadek di Banda Aceh kemarin sore.

Melalui grup WhatsApp (WA) Media Center BPBA kemarin, Serambi juga memperoleh data tentang kabupaten yang mengalami kebakaran, yakni Aceh Barat Daya (Abdya) 20 ha, Nagan Raya 12 ha, Aceh Barat 3 ha, Aceh Besar 2 ha, Bener Meriah 2 ha, dan Aceh Selatan 1 ha sehingga total sementara mencapai 40 ha.

Sementara itu, dari Aceh Barat tadi malam dilaporkan hingga Kamis (4/7) sore lahan gambut yang terbakar di kabupaten itu meluas dari sebelumnya hanya 1 ha kini sudah mencapai 3 ha. Upaya pemadaman relatif terkendala karena cuaca terik sehingga lahan gambut semakin mudah terbakar. Begitupun, upaya pemadaman masih terus dilakukan oleh tim BPBD setempat dibantu aparat TNI dan Polri.

Dari BPBD Aceh Barat diperoleh informasi bahwa lahan yang terbakar itu awalnya hanya di Desa Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, seluas 2 ha. Kemudian, meluas ke titik lain di Desa Suak Pante Breuh, Kecamatan Samatiga, seluas 1 ha.

Lahan yang terbakar itu dipastikan merupakan lahan gambut yang selama ini memang sering terbakar ketika masuk musim kemarau. “Tim masih terus melakukan pemadaman. Laporan sementara, luas lahan yang terbakar sekitar 3 hektare terdapat dua titik di Aceh Barat,” ujar Masyuri, anggota Tim Pusdalops Aceh Barat.

Kabut asap di Abdya
Dari Aceh Barat Daya (Abdya) dilaporkan, sejak tigas hari terakhir–setelah terbakarnya lahan gambut dan perkebunan milik warga di kawasan Jalan 30 Kecamatan Babahrot--kabut asap mulai menyelimuti wilayah tersebut.

Meski cuaca cukup cerah dan panas, tapi kabut mampu menghalangi cahaya matahari sehingga suasana terlihat seperti mendung. Warga setempat mulai mengkhawatirkan kondisi tersebut, terutama dampak buruk dari udara kotor jika terhirup siang maupun malam.

Dokter spesialis penyakit dalam pada RSU Teuku Peukan, dr Suherdy SpPD menjelaskan polusi udara akibat kabut asap itu sangat berbahaya jika terhirup secara terus-menerus oleh masyarakat.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved