Kopi dan Tas Aceh Paling Laris

Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh, mengikuti Pameran

Kopi dan Tas Aceh Paling Laris
IST
PENGUNJUNG membeli tas motif Aceh yang dipamerkan Perwakilan BKKBN Aceh pada Pameran dan Gelar Dagang dalam rangka Harganas Ke-26 di Kompleks Pemerintahan Pemprov Kalsel, Kota Banjarbaru, Kamis (4/7) pagi. 

* Pada Pameran dan Gelar Dagang Harganas di Kalsel

BANJARBARU - Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh, mengikuti Pameran dan Gelar Dagang dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-26 Tingkat Nasional di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), 2-7 Juli 2019. Dari sejumlah kerajinan dan makanan khas Aceh yang dipamerkan dan dijual pada stan yang berlokasi di Lapangan Kompleks Pemerintahan Pemprov Kalsel, Kota Banjarbaru, tersebut, kopi dan tas motif Aceh merupakan barang terlaris atau paling diminati pengunjung.

Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Drs Sahidal Kastri MPd, menyebutkan, kerajinan dan makanan khas Aceh yang dipamerkan pada acara itu seperti baju, peci, dompet, dan tas motif Aceh. Sedangkan makanan antara lain kue bhoi, kopi Gayo, dan keukarah. “Dari semua barang yang kita pamer, kopi dan tas motif Aceh paling laris. Hampir semua tamu yang singgah ke stan kita ikut mencoba kedua barang tersebut,” jelas Sahidal, kemarin.

Bahkan, Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat, Dr Erni Guntarti Tjahjo Kumolo, Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN, Dr dr M Yani MKes PKK, Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, beserta Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Hajah Raudatul Jannah, sejumlah pejabat lainnya yang singgah ke stan BkkbN Aceh seusai pembukaan pameran tersebut, Kamis (4/7) pagi, ikut mencicipi kopi Aceh yang disajikan dalam beberapa rasa.

Menurut Sahidal, tingginya permintaan terhadap hasil kerajinan Aceh pada acara tingkat nasional seperti Harganas merupakan bukti bahwa produk industri kecil dan industri rumah tangga masyarakat Aceh sudah bisa bersaing dan mempunyai daya jual di tingkat nasional. Untuk itu, ia berharap ke depan perlu dukungan lebih besar lagi dari pemerintah daerah dan stakeholder terkait. Sehingga, produk kerajinan tersebut akan semakin baik dari segi corak dan bentuk, serta kualitasnya.

“Dengan demikian, hasil kerajinan tangan dari Aceh makin dikenal di Nusantara dan bahkan hingga ke level internasional,” ujar Sahidal didampingi Kabid Advokasi, Penggerakan, dan Informasi (Adpin) BKKBN Aceh, Faridah SE MM, dan Kasubid Advokasi dan KIE, Efiyanti SE. Dikatakan, pihaknya juga siap membantu kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) untuk mengembangkan usahanya dengan berupaya mencari bapak angkat dari kalangan BUMN dan BUMD, dan perbankan. “Kita akan terus membina Kelompok UPPKS dalam hal pemasaran, kemasan, dan manajemen,” jelasnya.

Sahidal menambahkan, pameran dan gelar dagang itu diikuti 170 stan dari Kelompok-kelompok UPPKS, UP2K-PKK, kementerian/lembaga, BKKBN seluruh Indonesia, Dekranas dan dekranasda, BUMN-BUMD, perbankan, dan Usaha Kecil Menengah (UKM). “Semua stan menyajikan berbagai produk unggulan dari daerah masing-masing seperti pakaian, kuliner, dan cendera mata,” pungkas Sahidal Kastri.

Pameran dan Gelar Dagang dalam rangka Harganas ke-26 itu dibuka Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat, Dr Erni Guntarti Tjahjo Kumolo, didampingi Gubernur dan Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, H Sahbirin Noor dan Hajah Raudatul Jannah, Istri Kepala BKKBN Pusat, dr Dwikisworo Setyowireni Hasto Wardoyo, serta sejumlah pejabat lainnya. Pembukaan acara itu ditandai dengan pemotongan pita oleh Erni Guntarti Tjahjo Kumolo.

Erni dalam sambutannya antara lain mengatakan, pameran dan gelar dagang itu merupakan salah satu upaya untuk memperkenalkan dan mensosialisasikan berbagai program pemberdayaan ekonomi keluarga, seperti berbagai produk-produk UKM dari seluruh provinsi di Indonesia, Kelompok UPPKS binaan BKKBN, dan produk-produk unggulan hasil karya para Kader PKK dari seluruh Indonesia.

Sementara Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tak terhingga kepada seluruh undangan dari seluruh penjuru Indonesia. Melalui pameran dan gelar dagang itu, ia berharap kelompok pengrajin mikro dapat terbantu memasarkan produk unggulan masing-masing daerah.(jal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved