Museum Aceh Potensi Jadi Destinasi Wisata Favorit

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Aceh melalui UPTD Museum Aceh menyelenggarakan Sosialisasi Museum Aceh

Museum Aceh Potensi Jadi Destinasi Wisata Favorit
IST
WARGA berusaha mendapatkan suvenir yang dibagikan kontingen Kota Banda Aceh, pada Pawai Budaya Apeksi XIV di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (3/7) malam. 

BANDA ACEH - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Aceh melalui UPTD Museum Aceh menyelenggarakan Sosialisasi Museum Aceh sebagai salah satu museum tertua di Indonesia yang menyimpan berbagai warisan sejarah masyarakat Aceh sehingga berpotensi menjadi destinasi wisata favorit.

Sosialisasi Museum Aceh bertema “Peranan Museum Aceh dalam Meningkatkan Kunjungan Wisata” berlangsung di Museum Aceh di Banda Aceh, Rabu (3/7). Kegiatan itu menampilkan narasumber seperti Dra Irmayani (Kabid Sejarah dan Nilai Budaya Disbudpar Aceh), Drs Mujiburrizal SSn MA (Duta Museum Aceh), Alfian SE MPd (Kasubbag TU Museum Aceh), dan Dr Husaini IbrahimMA (Akademisi). Kegiatan tersebut dihadiri kalangan mahasiswa, penyedia jasa agen travel, pegiat seni, sejarawan dan budayawan.

“Peran aktif berbagai lapisan masyarakat sangat dibutuhkan dalam upaya meningkatkan minat wisatawan mengunjungi Aceh. Disbudpar Aceh akan terus berupaya memperkuat sinergi dengan pihak-pihak terkait demi mencapai tujuan tersebut,” kata Kadisbudpar Aceh, Jamaluddin SE MSi Ak dalam sambutannya ketika membuka kegiatan sosialisasi.

Kepala UPTD Museum Aceh, Dra Junaidah Hasnawati berharap output dari kegiatan bisa semakin menumbuhkan minat masyarakat untuk mengenal kembali dan menjadikan Museum Aceh sebagai salah satu destinasi wisata favorit.

“Kita berharap semoga kegiatan seperti ini akan memberikan dampak yang signifikan. Dukungan dari Disbudpar Aceh juga sangat membantu dalam mencapai tujuan kita untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Aceh,” ujar Junaidah.

Penelusuran Serambi, Museum Aceh di Jalan Sultan Alaidin Mahmudsyah Banda Aceh yang sudah berusia ratusan tahun menyimpan berbagai warisan sejarah bahkan ada koleksi yang berasal dari zaman prasejarah.

Koleksi Museum Aceh antara lain berbagai jenis perkakas, peralatan bertani, peralatan rumah tangga, senjata dan pakaian tradisional. Juga terdapat koleksi manuskrip kuno, foto-foto sejarah dan maket pengembangan Masjid Raya Baiturrahman.

Salah satu koleksi Museum Aceh yang cukup populer adalah lonceng berusia 1.400 tahun yang bernama ‘Lonceng Cakra Donya’. Lonceng ini adalah hadiah dari Kaisar Cina yang berasal dari Dinasti Ming kepada Sultan Pasai pada tahun 1414.(nas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved