Breaking News:

Pengawas Elpiji 3 Kg Sosialisasi di Pidie dan Pijay, Temukan Gas Dijual Rp 35 Ribu

Tim pengawasan gat 3 kg Pemerintah Aceh melakukan sosialisasi pemanfaatan gas subsidi di tingkat pangkalan di Pidie dan Pidie Jaya (Pijay)...

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Tim pengawasan gas 3 kg Pemerintah Aceh melakukan sosialisasi pemanfaatan gas subsidi di tingkat pangkalan di Pidie dan Pidie Jaya, Jumat (5/7/2019). 

Pengawas Elpiji 3 Kg Sosialisasi di Pidie dan Pijay, Temukan Gas Dijual Rp 35 Ribu 

 

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

 

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Tim pengawasan gat 3 kg Pemerintah Aceh melakukan sosialisasi pemanfaatan gas subsidi di tingkat pangkalan di Pidie dan Pidie Jaya (Pijay).

Dalam sosialisasi tersebut, tim menemukan gas dijual dengan harga melambung hingga Rp 35 ribu per tabung di pengecer.

Harga gas subsidi pemerintah itu dijual tidak sesuai harga enceran tertinggi (HET), ternyata ditemukan rantai pemasaran yang cukup panjang hingga elpiji 3 kg itu sampai ke pengecer.

" Seharusnya mata rantai distribusi elpiji 3 kg tidak boleh sampai di tangan pengecer," tegas Sales Executive LPG Aceh, Unggul Adi Wibowo, dalam rilis yang dikirim kepada Serambinews.com, Jumat (5/7/2019).

Ia menjelaskan, sistem distribusi dari SPPBE disalurkan ke agen dan pangkalan. Lalu, pangkalan harus mendistribusikan langsung kepenerima manfaat atau warga. 

" Tidak boleh agen maupun pangkalan mendistribusi ke pengecer," tegasnya.

 Dikatakan, kenyataannya saat dilakukan sidak di lapangan, tim menemukan banyak pengecer yang ikut menjual gas subsidi di kios-kios. 

Dari pengakuan pengecer, sebut Unggul, gas subsidi itu diperoleh dari tangan ke tiga. Di mana adabya pihak lain yang membeli gas dari pangkalan untuk kemudian diserahkan ke pengecer. 

"Ada yang mengantar menggunakan becak ke pengecer. Kita beli dari pengantar itu Rp 25 ribu, dan kios pengecer mejual lagi 35 ribu," ujarnya mengutip keterangan seorang pengecer. 

Unggul menyatakan, pihaknya tidak memiliki wewenang untuk menindak pangkalan yang 'nakal' tersebut. 

Baca: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah Bahas Keutamaan Wakaf

Baca: Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mantan Kadishub Gayo Lues, Ini Jumlah Adegannya

Baca: SKIPM Aceh Gelar Sosialisasi Peraturan Karantina Ikan

Hanya saja, ia memberikan catatan atas temuan tersebut, sekaligus akan meminta agen sebagai pihak yang mendistribusikan gas ke pangkalan untuk memberikan sanksi, berupa pengurangan kuota gas hingga pemutusan hubungan kerja. 

Kabag Pembinaan Indag ESDM dan Pariwisata Biro Perekonomian Setda Aceh, Anizar, menjelaskan, ia bersama dengan Dinas ESDM Aceh, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh Aceh dan PT. Pertamina (Persero) memberikan sosialisasi pada penjual dan penerima manfaat dari gas 3 kg. 

Pada tahap awal, katanya, tim pengawasan lintas instansi itu memberikan pemberitahuan kepada penjual di pangkalan hingga pengecer, bahwa gas subsidi hanya dikonsumsi rumah tangga miskin dan pelaku usaha industri rumahan. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved