VIDEO - Ormas Pengawal Syariat Islam Kecam Liga Sepakbola Perempuan di Lhokseumawe

Sehingga dikeluarkan sejumlah pernyataan sikap, diantaranya menolak segala bentuk kegiatan yang bertentangan dengan syariat Islam

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Forum Komunikasi Ormas dan OKP Pengawal Syariat Islam Kota Lhokseumawe mengecam terkait adanya Liga Sepakbola Perempuan U-17 yang digelar Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLiSPI) Aceh beberapa waktu lalu di Stadion eks PT Arun Batuphat Lhokseumawe.

Koordinator Forum Komunikasi Ormas dan OKP Pengawal Syariat Islam Kota Lhokseumawe, Tgk Sulaiman Lhokweng, saat menggelar konferensi pers di depan Masjid Agung Islamic Center, Kamis (4/7), menyebutkan, pihaknya mengecam terkait adanya liga sepakbola perempuan di Lhokseumawe.

Sehingga dikeluarkan sejumlah pernyataan sikap, diantaranya menolak segala bentuk kegiatan yang bertentangan dengan syariat Islam dan kearifan lokal masyarakat Aceh.

Selanjutnya, menuntut Pemerintah Aceh dan BLiSP Aceh agar membatalkan seleksi dan pengiriman delegasi tim sepakbola U-17 putri ke tingkat nasional, serta permintaan maaf dari BLiSPI.

Sementara itu, Koordintaor BLiSPI Aceh, menyatakan, pihaknya atas nama panitia penyelenggara, memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Aceh.

Dipastikan pihaknya tidak ada niat sedikit pun untuk mencederai penerapan syariat islam di Provinsi Aceh.

Karena pada dasarnya penyelenggaraan tersebut bertujuan untuk menjadi wadah penyaluran bakat dan kemampuan para generasi muda, khususnya dalam cabang sepakbola, sehingga kegiatan mereka menjadi terarah.

Disamping itu, pihaknya beranggapan bahwa cabang olahraga sepakbola serumpun dengan cabang olahraga voli, basket, tenis, serta cabang olahraga lainnya yang diikuti oleh para wanita.

Selain itu, para pemain juga menggunakan pakaian muslimah, dan kalaupun ada salah satu pemain yang berpakaian kurang muslimah, karena yang bersangkutan bukan muslim.

Jika hasil telaah bersama terhadap kegiatan U-17 putri ini bertentangan dengan norma,  adat istiadat dan syariat Islam, maka pihaknya akan meninjau kembali untuk pelaksanaan berikutnya.

Berita lainnya juga dapat disaksikan di http://serambitv.com/

Penulis: Saiful Bahri
Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved