Baiq Nuril Kecewa dengan Hukum Indonesia, Jadi Korban Pelecehan Malah Dipenjara & Didenda Rp500 Juta

Dengan ditolaknya PK tersebut, maka Baiq Nuril harus menjalani hukuman enam bulan penjara dan denda Rp 500 juta.

Baiq Nuril Kecewa dengan Hukum Indonesia, Jadi Korban Pelecehan Malah Dipenjara & Didenda Rp500 Juta
KOMPAS.com/FITRI
Baiq Nuril Maknun menghapus air matanya saat ditemui di rumahnya di perumahan BTN Harapan Permai, Labuapi, Lombok Barat, Senin (12/11/2018). Nuril kecewa atas keputusan MA yang mengabulkan kasasi Kejaksaan Tinggi NTB, atas kasus pelanggaran UU ITE. (KOMPAS.com/FITRI) 

SERAMBINEWS.COM - Sosok Baiq Nuril kembali menjadi perhatian warganet Indonesia setelah Mahkamah Agung (MA) menolak peninjauan kembali (PK) kasus penyebaran konten bermuatan asusila yang dituduhkan kepadanya.

Dengan ditolaknya PK tersebut, maka Baiq Nuril harus menjalani hukuman enam bulan penjara dan denda Rp 500 juta.

Tak ayal, publik pun langsung kembali menyoroti kasus Baiq Nuril yang terlihat dengan ramainya tagas #baiqnuril atau #savebaiqnuril di media sosial pada Jumat (5/7/2019).

Baca: Malam ini, Persiraja Siap Gempur Cilegon United di Stadion H Dimurthala Lampineung

Baca: Klaim AS Tak Berani Menyerang, Menteri Intelijen Iran: Mereka Takut dengan Kekuatan Militer Kami

Baca: Catatan Najwa Shihab soal Kasus Baiq Nuril: Jika Diam Diinjak saat Bersuara Masuk Penjara

"Sudah putus. Mahkamah Agung menolak permohonan peninjauan kembali (PK) pemohon/terpidana Baiq Nuril yang mengajukan PK ke MA dengan nomor 83 PK/Pid.Sus/2019," ujar juru bicara MA, Hakim Agung Andi Samsan Nganro dalam keterangan tertulisnya, Jumat.

Mantan tenaga honorer SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat itu kini tidak bisa mengambil langkah hukum lainnya, apalagi mengajukan PK dengan menghimpun bukti-bukti baru.

"Tentunya (Baiq Nuril) terkejut ya. Terkejut dengan putusan ini. Sejauh ini belum ada (tanggapan dari Baiq Nuril)," ujarnya, dalam konferensi persnya bersama koalisi save Ibu Nuril di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers, Jakarta Selatan, Jumat (5/7/2019).

Aziz menyatakan, MA gagal memahami konstruksi perkara Baiq Nuril.

Semestinya, MA melihat Nuril sebagai korban pelecehan seksual yang sedang mempertahankan harkat dan martabatnya.

Baca: Dirasa Tidak Adil, Kasus Pelecehan yang Dialami Baiq Nuril Jadi Sorotan Media Asing

Baca: Bikin Inovasi Jadwal Nikah Berbasis Android, KUA Blangkejeren Wakili Aceh ke Tingkat Nasional

Bukan sebagai seorang yang sengaja merendahkan pelaku pelecehan seksual.

Apalagi, selama kasus tersebut bergulir, Baiq Nuril kerap mendapatkan gangguan dari pihak tidak dikenal.

Halaman
123
Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved