Dua Peserta Raih Juara Pertama, Aceh Peringkat Enam ST

Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis Nasional (STQHN) XXV Jumat (5/7) malam resmi ditutup oleh Menteri Agama RI

Dua Peserta Raih Juara Pertama, Aceh Peringkat Enam ST
SERAMBI/MISBAHUDDIN
TIGA peserta dari Aceh meraih juara pada STQHN di Pontianak, Kalimantan Barat, foto bersama usai menerima hadiah, tadi malam. Mereka adalah Sahula Ruzni (kiri) M Akrim Zaki (tengah), dan Mauliza Juliantika (kanan). 

PONTIANAK - Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis Nasional (STQHN) XXV Jumat (5/7) malam resmi ditutup oleh Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin. Peserta kafilah Aceh untuk cabang tafsir bahasa Arab, Mauliza Juliantika, keluar sebagai juara I. Sedangkan juara II dan III masing-masing diraih Raihana Hilmi Kamelia dari DKI Jakarta dan Ulfaturrahmah dari Jawa Barat.

Untuk cabang hafalan 100 hadis putra, anggota kafilah Aceh, M Akrim Zaki, meraih juara I. M Rafli dari Gorontalo juara II dan Fuadi Farid dari kafilah Kalbar juara III.

Pada cabang tahfiz 5 juz putri juara I diraih Wahyu Rumyati dari DKI Jakarta, Sahula Ruzni dari Aceh juara II, dan Fatimah Muthiah dari Banten juara III.

Sedangkan anggota kafilah Aceh yang meraih juara harapan II adalah M Farisi untuk cabang tahfiz 1 juz putra, Siti Fatimatuzzahra Sani, cabang tahfiz 30 juz putri juga juara harapan II, dan Ratu Balqis Zatuddin cabang tilawah anak-anak putri meraih juara harapan III. Uli Satria cabang tahfiz 10 juz putra, juga juara harapan III.

Dengan prestasi yang demikian, kafilah STQHN Aceh tahu ini naik ke peringkat 6 dari sebelumnya peringkat 7 yang diraih pada STQN XXIV tahun 2017.

Wujud kecintaan
Dalam kesempatan itu, Menag Lukman Hakim Saifuddin mengucapkan terima kasih kepada pihak panitia yang telah menyelenggarakan STQHN XXV ini dengan baik dan sukses. Menurutnya, pelaksanaan STQ atau MTQ adalah wujud kecintaan umat kepada Alquran. “Setiap segala sesuatu itu harus dilakukan dengan penuh rasa cinta. Demikian juga Alquran juga dibaca, dipelajari, dan dihayati dengan penuh rasa cinta. Dengan demikian, semua isi kandungan Alquran akan mudah diresapi dan dijalankan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Menag juga mengucapkan selamat kepada para juara dan terus berlatih untuk mempertahankan prestasi. Sedangkan kepada yang belum memperoleh juara Lukman Hakim minta supaya tidak berkecil hati.

Sebelumnya, Gubernur Kalbar Sutarmadji menyatakan rasa bahagianya atas suksesnya pelaksanaan STQHN kali ini. “Dengan lahirnya para juara di berbagai cabang ini, maka program melahirkan 5.000 hafiz di Pontianak akan semakin jadi kenyataan,” ujarnya.

Bahkan untuk mendukung program tersebut pihaknya akan mewajibkan di sekolah agar dilaksanakan program baca dan menghafal Quran sehingga setiap tamat SMA para siswa akan khatam Alquran dan bisa menghafalnya.

«Saya mewakili masyarakat Pontianak mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan acara ini dan mohon maaf jika ada kekurangan dalam event nasional ini,» ujar Gubernur Kalbar tersebut. (mis)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved