Praktik Rentenir Haram Merajalela di Langsa

Pelaku rentenir ini bukan saja bermain di pasar atau pusat kota, tetapi juga masuk ke gampong-gampong untuk mencari mangsa.

Praktik Rentenir Haram Merajalela di Langsa
Serambinews.com
Ibrahim Latif, Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa 

Laporan Zubir | Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Kepala Dinas Syari'at Kota Langsa Drs H Ibrahim Latif MM, mengatakan rentenir atau yang sering disebut bank 47 makin merajalela di Kota Langsa dan sekitarnya.

Praktik lintah darat ini pun sangat meresahkan masyarakat.

"Selain haram hukumnya, bunga pinjamannya pun mencekik leher. Banyak warga yang menjadi korban dan terjerat utang," kata Ibrahim Latif, usai acara Safari Subuh di Masjid Darul Ilham  Gampong Kapa, Kecamatan Langsa Timur, Sabtu (6/7/2019).

Ia menambahkan, pelaku rentenir ini bukan saja bermain di pasar atau pusat kota, tetapi juga masuk ke gampong-gampong untuk mencari mangsa. 

Mereka menawarkan pinjaman uang kepada masyarakat dengan cara yang mudah, namun dengan bunga yang tinggi.

Misalnya, pihak rentenir ini meminjamkan uang Rp 1 juta maka si peminjam bisa mengembalikan cicilannya per hari dalam jangka waktunya sampai 1 atau 2 tahun.

Uang yang dipinjam Rp 1 juta itu harus ditutup menjadi Rp 2 juta dan seterusnya. 

Apabila si peminjam tidak mampu mencicilnya sesuai dengan perjanjian, maka pihak pemberi pinjaman (oknum rentenir) akan menaikkan lagi bunga pinjamannya itu.

Menurutnya, karena praktik rentenir ini melanggar syariat Islam dan telah meresahkan masyarakat.

Halaman
12
Penulis: Zubir
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved