Opini

Umat Islam di Sri Lanka

Posisi umat Islam Sri Langka pasca terjadinya delapan teror bom di gereja dan hotel pada Hari Raya Paskah, Ahad 21 April 2019

Umat Islam di Sri Lanka
IST
Drs. Mardin M. Nur, MA, Dosen Luar Biasa, Mahasiswa S3 Pascasarjana UIN Ar-Raniry

Oleh Drs. Mardin M. Nur, MA, Dosen Luar Biasa, Mahasiswa S3 Pascasarjana UIN Ar-Raniry

Posisi umat Islam Sri Langka pasca terjadinya delapan teror bom di gereja dan hotel pada Hari Raya Paskah, Ahad 21 April 2019 benar-benar memprihatinkan. Tiga gereja yang menjadi sasaran bom adalah Gereja Sion di Batticalo, St Anthony di Kolombo dan Gereja St Sebastian di Negombo, sedangkan sasaran bom pada tiga hotel mewah Kolombo meliputi Hotel Kingsbury, Shangri-La, dan Hotel Grand Cinnamon. Kejadian tersebut menewaskan 253 jiwa.

Kelompok ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Dalang utama pengeboman adalah Mohamed Hashim Mohamed Zahran, dibantu dua kakak beradik Inshaf Ahmed Ibrahim dan Ilham Ahmed Ibrahim. Dua nama terakhir adalah anak pengusaha rempah-rempah terkaya di Sri Lanka, yakni Ahmed Ibrahim. Ketiganya diduga berafiliasi dengan ISIS dan melakukan bom bunuh diri. Pemerintah Sri Lanka memberlakukan jam malam. Kota pada malam hari menjadi sepi, masyarakat memilih berdiam diri di rumah.

Pasca kejadian tersebut, umat Islam Sri Lanka sebagian diteror. Rumah dan tempat-tempat usaha di Negombo diserang dan ada juga yang dilempari batu. Pedagang Muslim terpaksa menutup tokonya. Ratusan warga Muslim mengungsi menggunakan bus-bus yang diorganisir tokoh masyarakat dan polisi.

Letak dan penduduk
Sri Lanka adalah negara kepulauan yang berada di Samudera Hindia dan bagian Selatan Benua Asia. Sebelah Timur berbatasan dengan Teluk Benggala dan Barat dengan Maladewa. Sebelah Utara berbatasan dengan India dan Selatan dengan Samudera Hindia. Sri Lanka terletak di antara 5 derajat LU-10 derajat LS dan 79-82 derajat Bujur Timur. Luasnya 62.702 km2, sedikit lebih besar dari Aceh yang luasnya 58.377 km2. Bagian tengahnya berupa pegunungan dengan ketinggian 2,5 km. Iklimnya tropis kecuali bagian selatan yang beriklim basah. Temperatur rata-rata berkisar antara 28-31 derajat celcius.

Data World Bank tahun 2015, jumlah penduduk Sri Lanka sebanyak 20,9 juta jiwa dengan populasi pria 49% dan wanita 51%. Prediksi 2019 berjumlah 22 juta jiwa. Terdiri dari Sinhala sebagai etnis mayoritas 74%, Tamil Sri Lanka 13%, Tamil India 6%, dan etnis Arab Moor serta lainnya 7%. Internasional Religious Freedom Report (IRFR) tahun 2015 mempublis, penduduknya mayoritas beragama Buddha 70,19%, disusul Hindu 12,6%, Islam 9,7% dan Kristen 7,4%.

Umat Islam terbanyak di Sri Lanka berada di Distrik Ampara dan Trincomalee masing-masing sebanyak 43,60% dan 42,10%. Umat Islam terendah berada di Distrik Jaffna 0,40% dan Kilinochchi 0,60%. Sedangkan di kota Kolombo, populasi Muslim mencapai 11,80%.

Sejarah berdiri
Sri Lanka awalnya dinamai Lanka atau Lankadeepa, dalam bahasa Sangskerta berarti tanah bersinar. Di bawah penjajahan Inggris, pulau ini disebut Ceylon atau Sailan. Pada 2 Mei 1972, Sailan berubah menjadi Sri Lanka.

Sri Lanka dijajah tiga negara besar Eropa. Pada tahun 1505-1658 negeri penghasil teh ini dijajah oleh Portugis. Melalui berbagai pertempuran, tahun 1658 Belanda masuk dan menjajahnya sampai 1796. Inggris lalu mengambil alih kekuasaan Belanda dan menguasainya sampai 1947 serta memerdekakannya tahun 1948. Sri Lanka bagian dari negara persemakmuran.

Sri Lanka berbentuk republik, dipimpin oleh seorang presiden dan dibantu perdana menteri. Sri Langka dibagi menjadi 9 provinsi dan menganut multipartai. Masa jabatan presiden dan anggota dewan perwakilan rakyatnya selama 6 tahun.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved