Aceh Besar Miliki Pabrik Penetasan DOC

Pabrik penetasan bibit ayam umur satu hari atau day old chicken (DOC). Pabrik yang dibangun di Gampong Jawi

Aceh Besar Miliki Pabrik Penetasan DOC
ist
Mawardi Ali 

* Hasilkan 2,2 Juta Ekor/Bulan

BANDA ACEH - Pabrik penetasan bibit ayam umur satu hari atau day old chicken (DOC). Pabrik yang dibangun di Gampong Jawi, Kecamatan Seulimum itu mulai berproduksi pada minggu ketiga Agustus mendatang. Diperkirakan pabrik penetasan milik PT Indojaya Agrinusa, grupnya PT Japfa Compeed Indonesia Tbk itu setiap bulannya berhasil memproduksi 2,2 juta DOC.

Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, Sabtu (6/7), meninjau langsung pabrik penetasan bibit ayam tersebut. Dikatakan, untuk memproduksi DOC sebanyak 2,2 juta ekor per bulan atau 75 ribu bibit ayam setiap hari, pihak perusahaan sudah menginvestasikan dananya sebesar Rp 180 miliar.

“Kehadiran pabrik penetasan bibit ayam ini akan memberikan dampak positif bagi perkembangan peternakan ayam potong di Aceh, di mana harga beli DOC akan menjadi lebih murah, karena tidak harus mengeluarkan biaya angkutan yang besar lagi,” jelas Mawardi.

Dikatakan selain PT Indojaya Agrinusa, beberapa perusahaan, termasuk dari luar negeri juga sudah berinvestasi dengan membangun pabrik di Aceh Besar. Seperti investor dari Korea yang membangun pabrik pengeringan jagung di kawasan Blangbintang. “Ini menjadi ukuran bagi kita bahwa berinvestasi di Aceh, terutama di Aceh Besar, sudah sangat aman dan nyaman,” tutur bupati.

Mawardi menjelaskan, pembangunan pabrik penetasan bibit ayam oleh PT Indojaya Agrinusa di lahan seluas 6,2 hektare, merupakan investasi terbesar pertama di Aceh dalam bidang usaha industri peternakan ayam di Aceh. Karena itu dia optimis pabrik penetasan DOC yang mulai beroperasi minggu ketiga Agustus mendatang tersebut, akan cepat berkembang.

“Alasannya, karena perusahaan tersebut merupakan grupnya PT Japfa Compeed Indonesia Tbk sudah memiliki 80 unit lokasi fasilitas pembibitan dan penetasan DOC terbesar di Indonesia,” jelas Mawardi.

Untuk memasarkan bibit ayam tersebut, tambah Bupati, pihak perusahaan juga sudah melakukan survei terkait distribusi bibit ayam nantinya. “Ternyata di sejumlah kabupaten/kota di Aceh banyak perusahaan peternakan ayam potong. Bibit ayam dari Aceh Besar ini nantinya akan didistribusikan ke daerah-daerah yang membutuhkan,” tambah Mawardi.

Untuk itu dia berharap, pihak perusahaan tidak hanya memproduksi bibit ayam pedaging saja, tapi juga bibit untuk ayam petelur. Harapan ini untuk mendorong pengusaha lokal bangkit kembali membangun industri peternakan ayam petelur, yang dulunya pernah ada. “Dengan begitu percepatan swasembada telur di Aceh yang masih membutuhkan 1 juta butir/hari bisa tercapai,” pungkas Mawardi Ali.

Sementara itu, Manajer Unit Hatcery PT Indojaya Agrinusa, Nofri Darwin mengatakan, dipilihnya Kecamatan Seulimum menjadi lokasi pabrik penetasan DOC, karena lokasinya dinilai cocok dengan kegiatan investasi dan kondisinya sangat aman dan nyaman.

“Kami sudah merasa aman sekali berinvestasi di Gampong Jawi ini. Masyarakatnya memberikan dukungan penuh untuk program investasi penetasan bibit ayam. Oleh karena itu dari 75 orang karyawan yang akan diperkerjakan di pabrik penetasan itu, 95 persen diantaranya merupakan warga Gampong Jawi dan sekitarnya di Kecamatan Selimum,” ujar Nofri.

Terkait harapan Bupati Aceh Besar, Nofri Darwin menyatakan harapan itu bisa saja terwujud jika permintaannya mencapai jumlah yang bernilai ekonomis. “Sekarang ini dimulai untuk pemenuhan DOC ayam pedagingnya saja dulu,” tandasnya.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved