Breaking News:

Anjungan PKA Jadi Rumah Makan Daerah

Sebanyak 23 anjungan PKA yang mewakili kabupaten/kota se-Aceh, ‘disulap’ menjadi rumah makan khas

Editor: bakri
SERAMBI/BUDI FATRIA
DUTA Wisata Aceh Besar memperlihatkan menu sie reuboh khas Aceh Besar dalam rangkaian acara Aceh Culinary Festival 2019 di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Sabtu (6/7). 

* Pada Aceh Culinary Festival

BANDA ACEH - Sebanyak 23 anjungan PKA yang mewakili kabupaten/kota se-Aceh, ‘disulap’ menjadi rumah makan khas daerah pada perhelatan Aceh Culinary Festival (ACF) 2019. Kegiatan yang dipusatkan di Taman Sulthanah Safiatuddin, Lampriek, Banda Aceh, itu dibuka Jumat (5/7) malam.

“Anjungan yang ada di arena PKA ini kita sulap menjadi restoran daerah. Jadi pengunjung bisa menikmati aneka hidangan dan kuliner khas daerah masing-masing yang menawarkan sejumlah sajian unggulan,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Jamaluddin.

Dia menjelaskan, kegiatan ACF ini merupakan top ‘100 Calendar of Event Wonderful Indonesia 2019’, dimana turut menghadirkan 6 zona berbeda di Taman Sultanah Safiatuddin dengan mengangkat tema ‘The Authentic Food Experience’. Adapun keenam zona itu adalah rumoh makan Aceh, Aceh food market, nusantara food market, the world gourmet, fusion food, dan food innovation.

Plt Sekda Aceh, Helvizar Ibrahim dalam sambutannya mewakili Plt Gubernur Aceh juga menyebutkan, potensi kuliner khas daerah bisa menjadi daya tarik tersendiri untuk mengundang wisatawan. Mengingat kuliner merupakan salah satu bagian dari industri kreatif dalam perekonomian Indonesia.

“Pertumbuhan industri kreatif bidang kuliner kini berkembang pesat, tak jarang kenikmatan kuliner yang ada di daerah bisa menghadirkan inspirasi bagi kalangan dunia usaha untuk mengembangkannya di daerah lain,” katanya.

Pembukaan ACF 2019 ditandai dengan membuka connecting door di panggung menuju area food market. Selanjutnya para pejabat dan tamu undangan meninjau food market para pelaku usaha kuliner. Opening art berupa Aceh traditional dance, turut memeriahkan malam pembukaan.

Sementara pada kari kedua Aceh Culinary Festival (ACF) 2019, Sabtu 96/7), diisi dengan lomba cipta menu B2SA (cooking competition), masterclass cooking demo (halal Viatnamesse food) foodchatter dan panggung keliling, launching Komunitas Aku Cinta Makanan Aceh dan potluck Aceh traditional food, cooking demo ikon wisata kuliner Aceh, workshop Aceh traditional food processing, festival bowl (khanduri bu minyeuk), masterclasss food styling dan food photography, dan kompetisi duta makan Aceh (culinary pageant).

Sesi masterclass diisi oleh pakar kuliner Indonesia, William Wongso, gastronomist, Mandif Warokka, Chef Saeful Syaifuddin, dan Chef Kurnia Aritonang dari Asosiasi Chef Indonesia. Michellin Star Chef Gai Lai Miwitchan dari Thailand, dan Malaysian home cooking instucture dari Penang, Nazlina Hussin.

“Tahun lalu perputaran ekonomi ACF sampai Rp 3 miliar, dan kami berharap tahun ini mencapai Rp 5 miliar. Tentunya efek dari kegiatan ini dapat membantu perekonomian masyarakat,” demikian disampaikan Ketua Tim Callender of Event (CoE) Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti dalam kata sambutannya.(rul)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved