Bupati Aceh Besar Lepas Tim Jelajah Nusantara

Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali didampingi Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Ridwan Jamil

Bupati Aceh Besar Lepas Tim Jelajah Nusantara
IST
BUPATI Aceh Besar, Mawardi Ali, menyerahkan plakat kepada Ketua Tim MEM-C Jelajah Nusantara, Ade Sudarsono, di Lambaro, Sabtu (6/7). 

JANTHO - Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali didampingi Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Ridwan Jamil, Sabtu (6/7), melepaskan Tim MEM-C Jelajah Nusantara untuk melanjutkan perjalanan ke Calang dan kabupaten/kota lainnya, setelah 4 (empat) hari melakukan kegiatan di Kabupaten Aceh Besar.

Bupati Mawardi Ali meminta kepada Tim MEM-C untuk menyampaikan kepada masyarakat nusantara hingga dunia soal keindahan dan destinasi wisata, adat, sosial dan budaya civil socity serta kondisi masyarakat yang damai di Aceh. “Sampaikan keindahan pesona destinasi wisata dan keramahtamahan Aceh kepada dunia,” pesan Mawardi Ali.

Bupati juga memberi apresiasi kepada tim yang diketua Ade Sudarsono yang sudah melakukan berbagai kegiatan di Aceh Besar seperti explore destinasi wisata, sosialisasi keselamatan berlalu lintas dan bahaya narkoba kepada masyarakat, pembersihan rumah ibadah dan pembagian iqra’ serta Alquran. “Semoga Touring Indonesia Damai ini dapat membawa pesan damai dari Aceh untuk dunia,” ujar Mawardi Ali.

Ketua Tim MEM-C, Ade Sudarsono bersama empat anggotanya menyampaikan bahwa mereka akan melakukan penjelajahan ke 514 kabupaten, 98 kota di 34 provinsi selama 4 tahun 9 bulan. “Touring Jelajah Nusantara dengan motor ini bertajuk ‘Touring Wisata Indonesia Damai Safety Reading Yes, Narkoba No’,” Kata Ade.

Ia mengungkapkan, Aceh Besar memiliki keindahan pesona wisata alam yang memukau seperti di Ie Suum, Pasir Putih, kebun kurma dan pantai-pantai yang indah sekali serta memiliki kota yang adem di Jantho. “Aceh Besar memiliki pesona wisata yang luar biasa,” Ungkap Ade.

Kehadiran mereka yang disambut masyarakat setempat, juga memiliki kesan tersendiri bahwa stigma Aceh yang terbangun oleh masyarakat luar Aceh yang ekstrim telah terbantahkan. “Coba datang dan lihat sendiri, masyarakat Aceh sangat ramah, toleran dan damai,” tutup Ade. Tim MEM-C tiba di Aceh pada 26 Juni 2019 dan disambut Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah bersama Kapolda dan Kepala BNN dengan agenda explore destinasi wisata, savety riding, sosialisasi bahaya narkoba, membersihkan rumah ibadah, wakaf Iqra dan Alquran serta penandatanganan ‘taq line indonesia damai’ oleh pemerintah, kepolisian dan badan narkotika.(hab/*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved