Breaking News:

Darwati: Sulit untuk Adil

Rencana Pemerintah Aceh untuk melegalkan poligami atau pernikahan lebih dari satu istri

Editor: bakri

* Tanggapi Wacana Aceh akan Legalkan Poligami

BANDA ACEH - Rencana Pemerintah Aceh untuk melegalkan poligami atau pernikahan lebih dari satu istri ditanggapi beragam oleh masyarakat Aceh. Lintas media sosial jadi riuh sepanjang Sabtu (6/7) kemarin. Ragam komentar terkait isu ini berseliweran, ada yang setuju ada yang tidak. Tak sedikit pula yang menjadikan isu ini sebagai guyonan di media sosial dan warung kopi.

Namun, tak bisa dipungkiri, berita headline yang disajikan Harian Serambi Indonesia kemarin berjudul ‘Aceh akan Legalkan Poligami’ cukup memantik perhatian banyak pihak di Aceh.

Isu ini juga menyedot perhatian nasional, banyak media arus utama (mainstream) yang ikut memberitakannya, bahkan akun-akun media sosial ternama juga me-repost berita terkait.

Seperti diberitakan, ketentuan mengenai rencana Pemerintah Aceh melegalkan poligami diatur dalam Rancangan Qanun Hukum Keluarga yang sedang digodok oleh Komisi VII DPRA dan direncanakan akan disahkan menjadi qanun pada September nanti, menjelang berakhirnya masa jabatan anggota DPRA periode 2014-2019.

Kemarin, Serambi juga berupaya menjaring komentar beberapa tokoh perempuan Aceh terkait hal itu. Darwati A Gani, istri Irwandi Yusuf, gubernur Aceh nonaktif, salah satu sosok yang dimintai Serambi komentarnya terkait rencana Pemerintah Aceh untuk melegalkan poligami. Awalnya, Darwati menanggapi hal ini dengan kocak.

“Cepat kali dibahas itu sama mereka (anggota DPRA), tidak ditunggu saya duduk di Komisi VII dulu,” tulis Darwati, membalas pesan WhatsApp (WA) Serambi.

Seperti diketahui, Darwati adalah salah satu caleg DPRA terpilih yang maju melalui Partai Nanggroe Aceh (PNA) dari daerah pemilihan (dapil) I Aceh pada Pemilu 2019. Sebelumnya pun dia anggota DPRA dari partai yang sama, tapi karena suaminya terpilih lagi menjadi Gubernur Aceh tahun 2017, maka sejak 25 Juni 2017 istri Irwandi Yusuf ini mundur dari DPRA dan full mendampingi suaminya sebagai Gubernur Aceh untuk kali kedua.

Terkait isu poligami, Darwati yang juga tokoh perempuan Aceh ini mengomentarinya dengan bijak. Ia tidak menyatakan boleh atau tidak, melainkan hanya mengkaji dari perspektif Alquran dan menganalisisnya. Ibu dari Putroe Sambinoe Meutuah yang pilot ini menjelaskan, poligami memang bukan sesuatu yang salah, apalagi hal itu juga diterangkan di dalam Alquran.

Namun, katanya, pesan kuat Alquran dalam ayat tentang poligami adalah pentingnya mewujudkan keadilan dalam keluarga. Menurutnya, Alquran mengingatkan bahwa monogami (satu istri) lebih dekat untuk tidak berbuat aniaya dibanding poligami. Berbuat aniaya yang dimaskud oleh Darwati adalah bersikap tidak adil dalam rumah tangga.

Menurut ibu lima anak ini, ber poligami rentan untuk tidak adil, susah untuk bersikap adil antara satu dengan yang lainnya. “Itu berarti mewujudkan keadilan dalam keluarga yang poligami lebih sulit daripada dalam keluarga yang monogami. Nikah siri dan poligami sama-sama rentan ketidakadilan, maka keduanya sama-sama tidak bisa dijadikan solusi untuk mengatasi masalah lainnya,” kata jebolan program diploma sekretari pada Fakultas Ekonomi Unsyiah ini.

Yang lebih penting lagi, lanjut Darwati, suami memiliki tanggung jawab dalam mendidik dan membina keluarga. “Didik dan bangunlah masyarakat untuk setia dan bertanggung jawab dalam memenuhi tanggung jawab perkawinan yang tidak mudah, walau monogami. Apalagi kalau poligami meski nikahnya terang-terangan dan lebih-lebih lagi kalau menikah secara siri,” katanya.

 Suami dan istri juga bertanggung jawab untuk mendidik masyarakat guna membangun tradisi perkawinan yang sehat lahir batin untuk semua anggota keluarga agar sehat juga masyarakat dan negaranya. “Rasulullah monogami dengan Siti Khadijah selama 25 tahun dan hanya delapan tahun ber poligami. Beda kan beliau dengan umatnya? Maka, mereka mesti tahu diri,” demikian Darwati A Gani.

Anggota DPRK Banda Aceh yang juga tokoh perempuan di Aceh, Syarifah Munira turut diminta pendapatnya oleh Serambi terkait rencana Pemerintah Aceh untuk melegalkan poligami. Syarifah tidak mengomentari tentang qanun yang sedang digodok DPRA itu, melainkan poligami itu sendiri yang, menurutnya, bukan sesuatu yang dilarang.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved