Rabu, 8 April 2026

Dinas Pertanian Pidie Gandeng Bank Indonesia Kembangkan Bawang Merah

Dari sisi moneter, BI harus berperan aktif, bukan saja di level pemerintahan, akan tetapi BI harus turun ke lapangan membimbing petani menanam bawang.

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NAZAR
Dinas Pertanian Pidie bersama BI dan Unsyiah menanam bawang di areal sawah Gampong Puuk, Kecamatan Pidie, Sabtu (6/7/2019). 

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI- Dinas Pertanian Pidie menggandengkan Bank Indonesia (BI) untuk mengembangkan bawang merah.

Bawang merah dikembangkan di Pidie untuk menghindari terjadinya inflasi.

"Kita akan melakukan survei lahan untuk penangkaran benih bawang di Tangse," kata Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Pidie, H Syarkawi MSi, kepada Serambinews.com, Sabtu (6/7/2019) saat penanaman bawang di areal sawah Gampong Puuk, Kecamatan Pidie.

Ia mengatakan, dalam survei tersebut melibatkan BI dan Unsyiah.

Hasil penangkaran bibit bawang nantinya disuplai untuk petani bawang lokal.

Sebab, selama ini petani Pidie harus membeli bibit bawang ke Sumatera dan Jawa.

"Sehingga menguras biaya tinggi saat membeli bawang dari luar," sebutnya.

Konsultan UMKM BI Aceh, Andria Vidhiatama, kepada Serambinews, menjelaskan, pengembangan bawang dilakukan BI, untuk menjamin kestabilan harga bawang.

Sebab, secara komoditi, bawang adalah penyumbang inflasi di Aceh.

Baca: Wali Kota Langsa Terima Penghargaan MKK dari Pemerintah Pusat

Baca: Kaukus Peduli Aceh Tagih Bendera Aceh, Minta Bintang Bulan Diganti dengan Alam Peudeung

Baca: Kandang Kambing di Batoh Terbakar, Ini Pengakuan Pemilik

Dari sisi moneter, BI harus berperan aktif, bukan saja di level pemerintahan, akan tetapi BI harus turun ke lapangan membimbing petani menanam bawang.

Dikatakan, program tersebut dilakukan multiyears atau secara normal dilaksanakan tiga tahun.

Yakni, untuk memperkuat produktivitas bawang merah di tingkat petani, sekaligus memperkuat siklus budidaya bawang secara berkelanjutan.

"Menyemai benih bawang di Tangse merupakan kluster baru BI. Sehingga saat stok bawang di Sigli habis, bawang di Tangse bisa memback-up bawang di Sigli," sebutnya.

Kepala Pusat Riset Pengembangan Pertanian Organik Unsyiah, Dr Syafruddin, kepada Serambinews.com, Sabtu (6/7/2019) menyebutkan, tim Unsyiah akan mengajarkan petani untuk penangkaran bedih.

Dengan adanya benih sendiri, kata Syafruddin, petani bisa menghematkan biaya dan mudah mengembangkan bawang secara berkelanjutan. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved