Rentenir Marajalela di Langsa

Praktek rentenir atau juga dikenal dengan sebutan ‘Bank 47’ merajalela tanpa terbendung di Kota Langsa

Rentenir Marajalela di Langsa
Serambinews.com
Ibrahim Latif, Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa 

* Beraksi di Seluruh Gampong

LANGSA - Praktek rentenir atau juga dikenal dengan sebutan ‘Bank 47’ merajalela tanpa terbendung di Kota Langsa. Praktek lintah darat ini terdapat di hampir seluruh gampong, sehingga sudah sangat mersahkan masayarakat.

Kepala Dinas (Kadis) Syariat Kota Langsa, Drs H Ibrahim Latif MM, mengatakan rentenir atau yang sering disebut bank 47 disinyalir merajalela di wilayah Kota Langsa dan sekitarnya. “Selain haram hukumnya, bunga pinjaman bank 47 ini mencekik leher dan sudah banyak warga masyarakat yang menjadi korban,” ujar Ibrahim Latif, seusai acara safari Subuh di Masjid Darul Ilham Gampong Kapa Kecamatan Langsa Timur, Sabtu (6/7).

Wak Him sapaan akrap Ibrahim Latif menjelaskan pelaku yang menjalankan bank rentenir ini bukan saja di pasar atau pusat kota, tetapi sampai ke gampong-gampong untuk mencari mangsa. Disebutkan, pinjaman uang tunai ditawarkan dengan cara mudah, namun dengan bunga tinggi, sehingga sangat merugikan masyarakat atau mencekik leher korbannya.

Dia mencontohkan, rentenir meminjamkan uang Rp 1 juta, maka si peminjam bisa mencicil per hari dalam jangka waktu 1 atau 2 tahun, dan uang yang dipinjam Rp 1 juta harus ditutup menjadi Rp 2 juta dan seterusnya. Kemudian, katanya, jika si peminjam tidak mampu mencicil, maka oknum rentenir akan menaikkan lagi bunga pinjaman.

Menurutnya, karena praktek bank rentenir atau bank tanpa badan hukum yang sah alias bank liar ini melanggar syariat Islam dan telah meresahkan masyarakat, pihaknya meminta kepada pihak yang berwajib untuk menertibkannya.

“Kita khawatir, masyarakat yang menjadi korban rentenir akan bertindak sendiri-sendiri, dan kemungkinan bisa saja terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujar Ibrahim Latif.

Disebutkan, petugas Polisi Wilayatul Hibah (WH) Kota Langsa terus memantau gerak-gerik rentenir ini, dan bila ada unsur yang melanggar Qanun Syariat Islam maka akan mengamankan untuk diserahkan ke pihak penyidik Polres Langsa.

“Menurut laporan masyarakat, oknum yang menjalankan bank 47 ini, keluar masuk gampong, bahkan sebagian besar dari luar daerah, dan pada umumnya non-Muslim,” jelasnya. Dikhawatirkan, selain praktek Rentenir, mungkin ada misi lain dibalik usaha pinjaman rentenir itu, karena berada hampir di semua gampong dalam wilayah kota Langsa.

Untuk menjalankan praktek rentenir, mereka menyewa rumah masyarakat di gampong-gampong sebagai tempat berkumpul di malam hari dan pada siang hari bergerak mencari mangsa masing-masing. Disebutkan, berdasarkan laporan masyarakat, praktek rentenir ini sudah lama marak di Langsa.

Dia mengatakan pihaknya akan berupaya mencegah dan memberantas praktek rentenir ini, karena menjerumuskan masyarakat kepada hal yang tidak baik. “Kepada masyarakat diharapkan jangan lagi berurusan dengan bank 47 atau rentenir ini, karena selain haram hukumnya juga akan mencekik leher korbannya,” imbuh Ibrahim Latif.(zb)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved