Sumur Minyak Kembali Terbakar di Aceh Timur

Sumur minyak tradisional di Aceh Timur kembali terbakar, Jumat malam (5/7) sekira pukul 22.30 WIB

Sumur Minyak Kembali Terbakar di Aceh Timur
IST
BASRI warga Aceh Timur, menjenguk Zulkarnaini korban kebakaran sumur minyak tradisional di Gampong Seunebok Dalam, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, yang terbakar pada Jumat malam (5/7) pukul 22. 30 WIB. 

* Dua Pekerja Luka Ringan

IDI - Sumur minyak tradisional di Aceh Timur kembali terbakar, Jumat malam (5/7) sekira pukul 22.30 WIB. Kali ini kebakaran terjadi di Gampong Seuneubok Dalam, Kecamatan Ranto Peureulak. Akibatnya, dua pekerja mengalami luka bakar ringan dan harus dirawat di rumah sakit di Aceh Timur.

Kedua korban, yakni Zulkarnaini yang mengalami luka bakar di kaki dan tangan dirawat di RSUD Sulthan Abdul Aziz Syah, sedangkan Darkasyi dirawat di RSUD dr Zubir Mahmud. Kedua korban bukan warga gampong setempat, melainkan warga Gampong Cek Mbon, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur.

Informasi yang diperoleh Serambi, kebakaran kali ini tidak parah, sehingga api dengan cepat bisa dipadamkan warga. “Benar ada kebakaran yang menyebabkan dua pekerja luka ringan. Kebakarannya tidak parah sehingga cepat dipadamkan warga,” jelas Saiful, Camat Ranto Peureulak, kepada Serambi, Sabtu (6/7).

Camat mengatakan tidak tahu sumber api yang menyebabkan kebakaran tersebut. Meski pad 25 April 2018 kebakaran sumur minyak menelan korban meninggal 29 orang dan 29 orang lainnya terluka, tetapi akitivitas yang penuh risiko tersebut tetap saja berlangsung hingga kini. Tak jelas apakah aparat keamanan di kawasan itu tahu atau tidak tentang adanya aktivitas yang ilegal tersebut.

Musliadi, Sekdes Gampong Seuneubok Dalam mengatakan, lokasi kebakaran jauh dari permukiman warga atau sekitar 1 km, tepatnya di Dusun Blang Panyang dan berbatasan dengan Gampong Tempel.

Musliadi mengatakan, ia baru tahu kejadian itu setelah ditelepon Saiful, Camat Ranto Peureulak, karena Jumat malam itu ia sedang samadiah di tempat warga yang ditimpa musibah.

“Saat saya bersama camat datang meninjau, lokasi sudah sepi. Dua pekerja yang luka sudah dievakuasi ke rumah sakit. Kebakarannya tidak parah, hanya genangan air yang bercampur minyak mentah yang terbakar. Di lokasi juga tak ada drum yang berisi minyak,” jelas Musliadi.

Sementara itu, Basri, warga Aceh Timur yang menjenguk Zulkarnaini di RSUD Sulthan Abdul Aziz Syah Peureulak, Jumat malam, mengatakan Zulkarnaini mengalami luka di kaki dan tangan. Begitu juga Darkasyi yang dirawat di RSUD dr Zubir Mahmud, juga mengalami luka di kaki, tangan, dan wajah. (c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved