Debit Air Sungai di Abdya Menyusut Drastis

Musim kemarau yang melanda kawasan Abdya satu bulan terakhir menyebabkan debit air sungai setempat menyusut drastis, sekitar 50 sampai 60 persen.

Debit Air Sungai di Abdya Menyusut Drastis
Serambinews.com
Aliran sungai sumber air Irigasi Teknis Krueng Susoh di Desa Babah Lhueng/Kuta Tinggi, Blangpidie, menyusut drastis akibat dilanda musim kemarau, Minggu (7/7/2019). 

Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Sejumlah aliran sungai di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menjadi sumber air irigasi teknis untuk mensuplai kebutuhan air sawah ketika memasuki musim tanan (MT) padi.

Musim kemarau yang melanda kawasan Abdya satu bulan terakhir menyebabkan debit air sungai setempat menyusut drastis, sekitar 50 sampai 60 persen.

Dampaknya, suplai air kebutuhan air sawah berkurang, sehingga menghambat kegiatan olah lahan sawah MT Gadu 2019 yang sudah dimulai.

Empat aliran sungai besar di Abdya yang debit airnya menyusut secara drastais, yaitu Krueng Susoh di Kecamatan Blangpidie, Krueng Babahrot Kecamatan Babahrot.

Selain itu, Krueng Tangan-Tangan Kecamatan Tangan-Tangan, dan Krueng Baru Kecamatan Lembah Sabil yang berbatasan dengan Kabupaten Aceh Selatan.

Kepala Dinas PUPR Abdya melalui Kabid Pengairan, H Din Armaya ST kepada Serambinews.com, Minggu (7/7/2019) menjelaskan, dari hasil pantuan yang dilakukan pihaknya, debit air sejumlah sungai besar tersebut menyusut sekitar 50 sampai 60 persen.

Lebih parah lagi, katanya, penyusutan debit air juga dialami sejumlah aliran sungai kecil (anak sungai) yang menjadi sumber air irigasi desa.

Seperti aliran Krueng Pantoe di Kecamatan Kuala Batee sebagai sumber air Irigasi Alue Thoe, Desa Krueng Pantoe.

Kemudian Krueng Batee yang menjadi sumber air Irigasi Tuwi Kareung di Desa Krueng Batee, Krueng Suak sumber air Irigasi Blang Kayee Aceh/Cot Ba’U, Desa Lhang, Kecamatan Setia, dan Krueng Manggeng sumber air Irigasi Suka Damai di Desa Suka Damai Kecamatan Manggeng.

Menurut Din Armaya, penyusutan debit air sungai ini belum berpengaruh terhadap kegiatan pengolahan lahan MT Gadu 2019 yang baru saja dimulai.

“Saya sudah minta petugas agar membuka pintu air irigasi teknis agar pasokan kebutuhan air sawah yang sudah mulai digarap petani bisa lebih maksimal,” katanya.

Bila suplai air tidak mencukupi karena musim kemarau terus berlanjut, maka suplai air sawah dilaksanakan secara bergiliran, yang akan diatur petugas jaga pintu irigasi berkoordinasi dengan para keujruen blang setempat.(*)

Baca: Hujan Mulai Turun di Abdya, Setelah Satu Bulan Dilanda Kemarau

Baca: Update Gempa Manado Berpotensi Tsunami, Warga & Tamu di Resort Dekat Pantai Mengungsi ke Perbukitan

Baca: Ratusan Rider Ziarahi Makam Cut Meutia, Ini Rute yang Dilewati

Baca: FOTO-FOTO : Memek, Kuliner Unik Dari Simeulue Pada Aceh Culinary Festival

Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved