Jagong Jeget Dilanda Hujan Es

Lima kampung di Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (7/7) sekira pukul 14.15 WIB, dilanda hujan es

Jagong Jeget Dilanda Hujan Es
Foto Kiriman Warga
Butiran es sebesar kelereng yang dikumpulkan warga saat hujan es di Jagong Jeget, Aceh Tengah, Minggu (7/7/2019). 

* Ratusan Rumah Warga Rusak

TAKENGON - Lima kampung di Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (7/7) sekira pukul 14.15 WIB, dilanda hujan es. Bongkahan es sebesar biji kelereng itu membuat ratusan rumah warga rusak di bagian atapnya karena tertembus hujan. Meski belum ada laporan korban jiwa, tetapi diperkirakan ada ratusan atap rumah warga bolong-bolong diterpa bongkahan es.

Berdasarkan datang yang berhasil dihimpun Serambi, jumlah desa yang terdampak musibah hujan es di Kecamatan Jagong Jeget, di antaranya Kampung Paya Dedep, Paya Tungel, Jeget Ayu, Jagong Jeget, dan Kampung Bukit Kemuning. Guyuran hujan es yang berlangsung sekitar 15 menit itu membuat bongkahan es sempat terlihat berserakan di pekarangan rumah warga.

Bahkan sebagian warga sempat mengumpulkan bongkahan es dan dimasukkan ke dalam beberapa timba. Dampak dari hujan es itu, ratusan rumah warga dilaporkan rusak bagian atapnya. Namun sampai sejauh ini belum diketahui jumlah rumah warga yang rusak akibat kejadian langka di wilayah tropis itu.

Salah seorang warga Kampung Jeget Ayu, Supri Nurhayati yang dihubungi Serambi, menuturkan awalnya tak ada tanda-tanda akan terjadi hujan karena cuaca terlihat cerah. Namun, kondisi cuaca dalam waktu yang tidak lama berubah. “Sebelumnya, cuaca terang. Tiba-tiba kok ada petir dan tidak lama kemudian langsung turun hujan es,” kata Supri Nurhayati.

Ketika hujan es turun, Supri mengaku sedang ikut pengajian di salah satu rumah tetangganya. Namun, begitu hujan es terjadi, Supri beranjak pulang ke rumahnya karena kondisi hujan es semakin deras. “Pertama hujan, kami sempat mengumpulkan bongkahan es yang berserakan. Tapi, tiba-tiba es semakin banyak dan saya langsung lari ke rumah,” sebutnya.

Fenomena hujan es yang melanda sejumlah kampung di Kecamatan Jagong Jeget sempat membuat panik warga. Sebagian warga menyebutkan, belum pernah melihat kondisi cuaca seperti itu sebelumnya. “Pertama terang, tiba-tiba mendung disertai petir. Tak lama kemudian, turun hujan es serta kabut. Sekitar 15 menit kemuadian, cuaca kembali cerah,” tutur Supri Nurhayati.

Menurutnya, bongkahan hujan es yang jatuh dari langit rata-rata hampir sebesar biji kelereng. Bahkan hujan es tersebut membuat sebagian atap rumahnya bolong-bolong dihantam bongkahan es. “Baru kali ini saya melihat hujan es seperti ini. Esnya banyak dan besar-besar kaya kelereng. Malah sempat saya kumpulkan sampai satu timba,” ungkapnya.

Untuk sementara, rumah warga yang rusak di Kampung Paya Dedep mencapai 181 unit. Sedangkan untuk beberapa kampung lainnya masih dalam proses pendataan. “Laporan yang baru masuk sampai malam baru satu kampung. Pendataan masih dilakukan untuk kampung-kampung lain yang terdampak. Yang jelas, satu kampung saja mencapai 181 unit rumah yang rusak,” kata Kasun, staf Kantor Camat Jagong Jeget, kepada Serambi.

Seperti diberondong
Ratusan rumah warga di sejumlah kampung di Kecamatan Jagong Jeget, bagian atapnya berlubang bagaikan diberondong peluru. Awan hitam disertai angin mengeluarkan bongkahan bulat putih sebesar biji kelereng menghantam atap rumah warga.

“Suaranya bergemuruh, seperti peluru menghantam atap rumah kami hingga bolong. Bongkahannya seperti kelereng, bahkan ada yang lebih besar,” terang Kasun, warga Jagong Jeget.

Menurut Kasun, hujan es memang pernah melanda kawasan itu. Tapi selama 37 tahun ia menetap di Jagong Jeget, belum pernah merasakan guyuran hujan es sedahsyat kali ini. “Bongkahan esnya sempat masuk ke dalam rumah karena menembus atap seng. Kami tak berani ke luar, hanya bisa menyaksikannya dari jendela,” ucap Kasun.

Sementara itu, sampai dengan Minggu (7/7) malam, sekira pukul 22.00 WIB, belum didapat jumlah pasti rumah yang rusak akibat musibah itu. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah juga belum memberikan data resmi terkait jumlah rumah warga yangterdampak hujan es. (my)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved