Mujahidah: Poligami Itu Melindungi Wanita
TERPISAH, Mujahidah Pembela Islam (MPI) Aceh menyatakan mendukung penuh dilegalkannya poligami di Aceh
TERPISAH, Mujahidah Pembela Islam (MPI) Aceh menyatakan mendukung penuh dilegalkannya poligami di Aceh yang saat ini sedang dirumuskan Komisi VII DPRA melalui Rancangan Qanun Hukum Keluarga.
“Kami dukung sepenuhnya qanun itu untuk disahkan di Aceh demi kemakmuraan Aceh dan demi terangkatnya harkat martabat wanita di Aceh. Biarkan saja apa kata orang, tidak perlu dihiraukan, yang penting Allah meridai kita,” kata Juru Bicara MPI Aceh, Azizah, dalam pernyataan tertulisnya kepada Serambi, Minggu (7/7).
Poligami ia katakan adalah bagian dari syariat Allah dan Rasulullah saw. Allah mensyariatkan poligami karena Allah Maha Mengetahui manfaat di balik poligami, karena tidak ada satu pun dari syariat Allah yang sia-sia dan menzalimi hamba-Nya.
Adanya anggapan bahwa poligami menzalimi perempuan dikatakannya adalah anggapan yang salah. Poligami, menurutnya, justru mengangkat harkat dan martabat perempuan dan bagian dari perlindungan terhadap perempuan.
“Bayangkan jika wanita masih mempertahankan egonya, akan banyak wanita memperoleh perlindungan dan banyak yang terpaksa jadi pekerja keras, harus banting tulang untuk memenuhi kebutuhan hidup, bahkan kadang terpaksa jadi wanita malam,” imbuh Azizah.
Apalagi dalam konteks Aceh. Konflik berkepanjangan dan bencana tsunami dikatakannya telah menyebabkan penduduk Aceh banyak berkurang. “Dalam konteks Aceh, sudah saatnya poligami dilegalkan. Ini juga salah satu upaya untuk meningkatkan angka kelahiran di Aceh. Saya mengimbau semua wanita muslimah di Aceh, ayo dukung syariat Allah walau itu pahit bagi kita. Karena, belum tentu yang pahit itu racun, melainkan obat. Ayo jihad demi kemenangan Islam, ayo perbanyakan generasi Aceh agar Aceh kembali berjaya,” pungkas Azizah. (yos)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/azizah.jpg)