Pesan Aktivis Perdamaian untuk Aceh pada Konferensi Gandhi's 150 Birthday Anniversary di Thailand

Abdus Sabur mengatakan, baginya, Aceh adalah salah satu contoh perjuangan rakyat untuk mendapatkan hak-haknya.

Pesan Aktivis Perdamaian untuk Aceh pada Konferensi Gandhi's 150 Birthday Anniversary di Thailand
MUKHLISUDDIN ILYAS/FOR SERAMBINEWS.COM
Delegasi Indonesia dari Aceh, Mukhlisuddin Ilyas menyerahkan buku "Acehnologi" kepada Penanggung Jawab International Institute Peace Develompment Studies (IIPDS) setelah acara Gandhi's 150 Birthday Anniversary yang digelar di Nong Chok, Bangkok, Thailand, 6-7 Juli 2019, Minggu (7/7/2019). 

Pesan Aktivis Perdamaian untuk Aceh pada Konferensi Gandhi's 150 Birthday Anniversary di Thailand

Laporan Safriadi Syahbuddin | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Konferensi internasional "Gandhi's 150 Birthday Anniversary: Renewal of Non-Violent Movement in 21 Century Toward Peace Inspirations from Sacrifices of Afro-Asian Leaders", digelar di Nong Chok, Bangkok, Thailand, 6-7 Juli 2019.

Konferensi yang bertujuan mengkampanyekan perdamaian di dunia ini diselenggarakan Asian Resource Foundation (ARF) dan International institute Peace Developmen Studies (IIPDS) Thailand.

Para peserta kegiatan itu berasal dari berbagai negara seperti Thailand, Malaysia, Banglades, Filipina, Myanmar, Vietnam, Pakistan, Afganistan dan lainnya.

Salah seorang pesertanya adalah Dr Mukhlisuddin Ilyas, putra Aceh.

Alumni Pesantren Terpadu Dayah Jeumala Amal dan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh ini diundang ke acara tersebut dalam kapasitasnya sebagai aktivis di bidang publisher dan peneliti.

Penanggung Jawab IIPDS, Mohammad Abdus Sabur mengatakan, forum tersebut bukan hanya membicarakan Mahatma Gandhi.

"Tapi ada banyak pemimpin Asia-Afrika yang berjuang untuk demokrasi dan kemanusiaan," katanya.

Baca: YARA: Penandatanganan MoU Helsinki jangan Amnesia

Baca: Pemerintah Harus Memahami Peran Penting Mantan Kombatan GAM dalam Menjaga Perdamaian Aceh

Baca: Demi Menjaga Damai Aceh, Mualem Minta Pemerintah Pusat Serius Wujudkan Butir MoU Helsinki

Di akhir acara tersebut, Minggu (7/7/2019), Mukhlisuddin Ilyas menyerahan buku berjudul "Pendidikan Dayah di Aceh" karangannya, serta buku "Acehnologi" karya tokoh Aceh Kamaruzzaman Bustamam Ahmad kepada Abdus Sabur.

Halaman
12
Penulis: Safriadi Syahbuddin
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved