PWI Nilai tak Ada yang Salah pada Opini "Parasit Demokrasi"

Nasir juga berharap agar semua pihak (khususnya wartawan) bisa lebih bijak merespons kritik dan sebaliknya yang mengkritik juga harus lebih santun

PWI Nilai tak Ada yang Salah pada Opini
FOR SERAMBINEWS.COM
Ketua PWI Cabang Lhokseumawe dan Aceh Utara, Sayuti Achmad (kiri) dan wartawan senior di Aceh, Nasir Nurdin 

PWI Nilai tak Ada yang Salah pada Opini "Parasit Demokrasi" 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Di tengah gencarnya kecaman dari sejumlah organisasi kewartawanan terhadap opini Kemal Fasya berjudul "Parasit Demokrasi" yang dimuat di Harian Serambi Indonesia edisi Kamis, 4 Juli 2019, ternyata Pengurus PWI Cabang Lhokseumawe dan Aceh Utara mengambil posisi berbeda.

"Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap hak berpendapat rekan-rekan seprofesi dari berbagai organisasi pers yang lain, kami menilai opini Kemal Fasya tersebut tak ada yang salah. Yang saya tangkap dari opini itu adalah kita sedang dikritik. Nah, PWI mengapresiasi setiap kritikan untuk perbaikan," tulis Ketua PWI Cabang Lhokseumawe dan Aceh Utara, Sayuti Achmad dalam siaran pers-nya yang diterima Serambinews.com, Minggu (7/7/2019) malam.

Sayuti juga memastikan wartawan yang tergabung dalam wadah PWI tidak merasa dirugikan atau dilecehkan dengan opini yang ditulis oleh Ketua UPT Kehumasan dan Hubungan Eksternal Universitas Malikussaleh Lhokseumawe tersebut.

Baca: Parasit Demokrasi

"Kita sudah terbiasa memberikan 'obat' berupa kritikan kepada pihak lain, nah giliran kita dikritik tentu harus siap menjadikan itu sebagai obat juga," tulis pernyataan itu.

Dalam penilaian Sayuti, justru dengan adanya opini tersebut, PWI berusaha melakukan pembinaan terhadap anggotanya agar tidak terjebak dalam praktik yang mencemarkan organisasi dan profesi wartawan pada umumnya.

Terkait dengan opini "Parasit Demokrasi" tersebut, Sayuti mengaku sudah memintai pendapat Ketua PWI Pusat, Atal S Depari.

"Beliau sudah membaca dan mengkaji opini tersebut dan mengatakan tidak ada wartawan yang merasa dirugikan. Beliau (Atal) juga mengapresiasi opini itu sebagai bentuk kritik untuk perbaikan," kata Sayuti mengutip pendapat Ketua PWI Pusat.

Baca: BMKG Cabut Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa yang Mengguncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara

Sejatinya, lanjut Sayuti, PWI sebagai organisasi tertua dan terbesar di Indonesia akan mendukung setiap program Dewan Pers untuk penertiban wartawan yang dianggap abal-abal, Bodrex, dan lain-lain.

"Sejatinya, bagi PWI, opini Kemal Fasya tidak ada masalah. Pahit memang, tapi biasanya yang pahit-pahit itu manjur untuk obat," demikian Ketua PWI Cabang Lhokseumawe dan Aceh Utara.

Halaman
123
Penulis: Misran Asri
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved