Rp 62 Juta Dana Desa Matang Maneh Raib, Begini Kronologisnya

Keuchik Matang Maneh, Ridwan Thaib pada Senin (8/7/2019) melaporkan ke Polsek Tanah Jambo Aye kasus raibnya dana desa senilai Rp 62.903.000.

Rp 62 Juta Dana Desa Matang Maneh Raib, Begini Kronologisnya
For Serambinews.com
Ridwan Thaib, Keuchik Matang Maneh, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara melaporkan ke Polsek Tanah Jambo Aye kasus raibnya dana desa Rp 62.903.000 yang disimpan dalam bagasi sepeda motor (sepmor) Honda Vario 150 warna putih plat Pol BL 3584 UAE. Sepmor tersebut diparkir di halaman Kantor Camat Tanah Jambo Aye, Senin (8/7/2019) . 

Laporan Jafaruddin | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Keuchik Matang Maneh, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara Ridwan Thaib pada Senin (8/7/2019) melaporkan ke Polsek Tanah Jambo Aye kasus raibnya dana desa Rp 62.903.000.

Uang senilai itu disimpan dalam bagasi sepeda motor (sepmor) Honda Vario 150 warna putih plat Pol BL 3584 UAE milik keuchik.

Sepmor tersebut diparkir di halaman Kantor Camat Tanah Jambo Aye.

“Tadi siang saya bersama Bendahara Gampong (M Jafar), ke Bank Aceh Syariah Cabang Pembantu di Pantonlabu untuk mencairkan dana desa Rp 62.903.000 sesuai kebutuhan untuk pembangunan rumah duafa di desa. Setelah mencairkan uang tersebut kemudian menyerahkan ke bendahara,” ujar Ridwan Thaib kepada Serambi.

Disebutkan, lalu ketika hendak pergi ke Kantor Camat yang terpaut sekitar 200 meter dari bank tersebut, bendahara menyimpan uang yang sudah dimasukkan dalam plastik hitam ke dalam bagasi sepmor Vario 150 miliknya.

Baca: 32 Gampong belum Cairkan Dana Desa

Baca: Ini Gampong yang belum Cairkan Dana Desa Tahap Pertama di Aceh Utara

Baca: Camat Minta Dana Gampong Rp 10 Juta

Lalu keuchik bersama bendahara menuju Kantor Camat Tanah Jambo Aye untuk menjumpai pegawai kantor camat guna menyerahkan fotokopi salinan penarikan (rekening koran).

“Sepmor tersebut saya parkirkan di halaman kantor camat. Kemudian kami berdua masuk ke kantor camat untuk menemui pegawai. Tak lama di dalam kantor tersebut, sekitar 15 menit, kemudian kami keluar lagi untuk pulang. Sesampai di sepmor saya melihat stempel desa berada di bawah sepmor,” ujar Keuchik.

Padahal stempel tersebut sebelumnya berada dalam bagasi sepmor.

Lalu ketika membuka jok sepmor untuk memasukkan kembali salinan penarikan di rekening koran, keuchik terkejut melihat uang dalam plastik hitam tak ada lagi dalam bagasi sepmor.

“Kemudian saya langsung ke Mapolsek untuk melaporkan kejadian tersebut,” katanya.

Disampaikan, sebelumnya dirinya juga sering menyimpang uang dalam bagasi sepmor, tapi belum pernah mengalami kejadian seperti ini.

“Sebelumnya kita mencairkan dengan jumlah sekitar 150 juga, juga saya masukkan ke dalam bagasi. Tapi tidak pernah kejadian seperti ini,” ujar Ridwan Thaib. (*)

Penulis: Jafaruddin
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved