Jurnalisme Warga

Kuatnya Daya Tarik Monumen Kopiah Meukutop

TSUNAMI yang menerjang Aceh pada 26 Desember 2004 menyebabkan bibir pantai di sepanjang barat-selatan Aceh

Kuatnya Daya Tarik Monumen Kopiah Meukutop
IST
MUKHSINUDDIN, M.M., Mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen Universitas Syiah Kuala Banda Aceh dan Koordinator Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Meulaboh, melaporkan dari Pasie Suak Ujong Kalak, Meulaboh

Saat itu posisi pasukan Teuku Umar tidak menguntungkan dan tak mungkin lagi mundur. Satu-satunya jalan untuk menyelamatkan pasukannya adalah bertempur. Nah, dalam pertempuran yang heroik itulah Teuku Umar Johan Pahlawan gugur terkena peluru musuh yang menembus dadanya. Kemudian, jenazahnya dimakamkan di Masjid Kampung Mugo di hulu Sungai Meulaboh. Atas pengabdian dan perjuangan serta semangat juang rela berkorban melawan penjajah Belanda, Teuku Umar dianugerahi gelar pahlawan nasional. Bahkan Belanda yang telanjur menganggap Teuku Umar benar-benar sudah membelot ke pihak mereka, memberi gelar kehormatan “Johan Pahlawan” kepada Umar. Tapi semua itu hanya taktik dan tipu daya Teuku Umar. Dia tetap pahlawan Aceh dan akhirnya kembali bergabung dengan pasukannya. Belanda tertipu mentah-mentah dan sangat marah. Mereka ingin mendapatkan Teuku Umar hidup atau mati. Pasukan Van Heutsz akhirnya mampu mematahkan perlawanan Teuku Umar karena ada mata-mata yang berkhianat. Begitulah kisah singkatnya.

Kini, nama Teuku Umar diabadikan sebagai nama jalan di sejumlah provinsi di Indonesia. Salah satu kapal perang TNI AL juga dinamakan KRI Teuku Umar. Nama besarnya juga diabadikan pada universitas negeri pertama di wilayah barat Aceh, yakni Universitas Teuku Umar (UTU) yang berkedudukan di Alue Peunyareng, Meulaboh.

Kini Teuku Umar Johan Pahlawan telah tiada, tapi Monumen Kopiah Meukutop tempat ia tertembak telah dibangun dengan begitu megah sebagai monumen sejarah. Dengan adanya Kopiah Meukutop tersebut, apalagi seratus meter sebelum sampai ke monumen itu telah dibangun pula Tugu Prasamya Kota Meulaboh, maka semakin lengkapnya daya tarik lokasi itu sebagai tempat tamasya bagi wisatawan, terutama pada akhir pekan. Bahkan ada beberapa dosen dari perguruan tinggi Jakarta melakukan penelitian tentang sejarah Teuku Umar yang sempat dua kali mengecoh petinggi Belanda di Aceh.

Saat memasuki lokasi Monumen Kopiah Meukutop Teuku Umar ini akan kita dapati di pintu gerbangnya lukisan pinto Aceh yang terukir begitu indah. Bahkan bagi yang hobi memancing pun bisa datang ke tempat ini, karena di dekatnya ada pantai, spot yang tepat untuk memancing.

Namun, kita berharap kepada pemerintah untuk segera memperbaiki jalan menuju Monumen Kopiah Meukutop Teuku Umar ini. Sebisanya ya diaspal dengan mulus sehingga para pengunjung lebih leluasa saat memasuki monumen tersebut. Apalagi di sekitar pantainya telah dibangun sejumlah warung kopi.

Di tempat ini pula pengunjung bisa menikamati kopi khoop gelas terbalik serta kelapa muda sambil memandangi laut Pasie Ujong Kalak, tempat gugurnya Teuku Umar. Bila Anda pencinta sejarah, pengagum para pahlawan, dan menghargai jasa-jasanya, monumen Kopiah Meukutop Teuku Umar Johan Pahlawan ini adalah tempat yang tepat untuk Anda kunjungi. Bersegeralah!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved