Plt Gubernur Aceh Apresiasi Kinerja BPMA Kawal POD Peusangan B

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengapresiasi kinerja Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) dalam mengawal rencana pengembangan lapangan pertama (POD I),

Plt Gubernur Aceh Apresiasi Kinerja BPMA Kawal POD Peusangan B
For Serambinews.com
Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah berfoto bersama sejumlah perwakilan lembaga usai Konsulda terkait rencana pengembangan lapangan pertama (POD I) Peusangan wilayah kerja Lhokseumawe di Jakarta, Senin (09/07/2019). 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH -- Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengapresiasi kinerja Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) dalam mengawal rencana pengembangan lapangan pertama (POD I) Peusangan B wilayah kerja Lhokseumawe yang dioperasikan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama Zaratex N.V.

“Pemerintah Aceh memberikan apresiasi untuk BPMA yang telah mengawal POD Peusangan B. Ini adalah salah satu bentuk dukungan Pemerintah terkait investasi di Aceh,” ujar Nova dalam Konsultasi Daerah (Konsulda) terkait rencana pengembangan lapangan pertama (POD I) Peusangan wilayah kerja Lhokseumawe yang digelar di Kantor Penghubung Pemda Aceh, Jakarta, dalam rilis kepada Serambinews.com, (8/7/2019).

Nova berharap agar BPMA bisa segera membantu Zaratex N.V melaksanakan tahapan berikutnya setelah persetujuan POD I yaitu AMDAL dan diharapkan dapat memproduksi gas (on stream) sebelum tahun 2023.

“Lebih cepat lebih baik karena bukan hanya menimbulkan multiplier effect, tetapi psychological effect dan sociopolitical effect. Bahwa Aceh sudah "moving forward" ke arah lebih baik,” tuturnya.

Baca: BPMA-BPKS Jalin Kerja Sama Terkait Kegiatan Usaha Hulu Migas di Aceh

Baca: Anggota DPRA Bertemu Kepala BPMA Bahas Bau Gas di Lingkar Tambang Medco

Baca: BPMA : Hasil Eksplorasi Migas di Andaman di Andaman Dalam Waktu Dekat akan Diketahui

Ke depannya, pengembangan lapangan Peusangan B diharapkan bisa bersinergi dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lhokseumawe supaya multiplier effect yang ditimbulkan dapat dirasakan dampaknya.

Mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga kesempatan bagi kontraktor swasta untuk berinvestasi di Aceh.

Ditambahkan, lingkup rencana pengembangan lapangan peusangan B melibatkan 4 desa di 3 kecamatan dalam Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.

Dalam kesempatan yang sama, Perwakilan Zaratex N.V, Nina Marliana mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan Pemerintah Aceh hingga kini.

“Setelah Menteri setuju, Zaratex akan segera melakukan pengerjaan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL),” ujarnya.

Turut hadir pula dalam Konsulda tersebut perwakilan dari Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Zaratex N.V, perwakilan PT PEMA, ESDM Provinsi Aceh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), serta sejumlah lembaga lainnya.

Proses yang cukup cepat

Menanggapi lancarnya pelaksanaan Konsulda di Jakarta terkait rencana pengembangan lapangan pertama (POD I) Peusangan B wilayah kerja Lhokseumawe yang dioperasikan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama Zaratex N.V., Plt Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Azhari Idris menyebut prosesnya cukup cepat.

"Ini adalah POD pertama yang dilaksanakan setelah BPMA terbentuk. Proses POD ini dilakukan cukup cepat dibanding beberapa POD offshore lainnya di Indonesia," jelasnya.

Menurut Azhari, fasilitas produksi gas Zaratex ini akan berada sekitar 6 km di lepas pantai Lhokseumawe.

Untuk pelaksanaan AMDAL direncanakan akan dilakukan oleh Universitas Syiah Kuala. (*)

Penulis: Yusmadi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved