Plt Gubernur Aceh Usul 9 Isu Strategis di Bidang Ekonomi Dalam Rakor se-Sumatera di Bengkulu

Kemudian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) atau Kawasan Industri Pantai Barat Selatan (Kawasan Pelabuhan Calang dan Kawasan Surin)

Plt Gubernur Aceh Usul 9 Isu Strategis di Bidang Ekonomi Dalam Rakor se-Sumatera di Bengkulu
FOR SERAMBINEWS.COM
Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah berfoto bersama dengan gubernur dari provinsi lainnya dalam Rapat Koordinasi Gubernur se-Sumatera, di Bengkulu, Selasa (9/7/2019) 

Plt Gubernur Aceh Usul 9 Isu Strategis di Bidang Ekonomi Dalam Rakor se-Sumatera di Bengkulu

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengusulkan sembilan isu strategis dalam rangka peningkatan perekonomian daerah pada Rapat Koordinasi Gubernur Se-Sumatera di Bengkulu, Selasa (9/7/2019).

Dalam keterangan tertulis yang diterima Serambinews.com, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh, Dr Aulia Sofyan yang hadir mendampingi Plt Gubernur Aceh mengatakan kesembilan program yang diusulkan itu termasuk pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Dataran Tinggi Gayo Alas (KPSN-DTGA).

Baca: Menikah Tanpa Izin Istri Pertama, Suami dan Istri Kedua Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Kemudian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) atau Kawasan Industri Pantai Barat Selatan (Kawasan Pelabuhan Calang dan Kawasan Surin).

Menurut Aulia, Aceh sudah seharusnya fokus pada pengembangan kawasan industri seperti daerah lainnya yang mampu menawarkan berbagai insentif, dan kemudahan dalam melakukan usaha sehingga dunia perindustrian dapat berkembang lebih maju. 

Dikatakan, dengan adanya pusat industri yang terintegrasi, posisi Aceh akan menjadi lebih menarik dan ramah kepada calon investor serta mempercepat pertumbuhan ekonomi tidak hanya di Aceh,  tapi juga subregional dalam bingkai kerjasama Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT).

Selain itu, Pemerintah Aceh juga mengusulkan pembangunan Kawasan Industri Halal di Surin,  Aceh Barat Daya dan di Kuala Langsa Kota Langsa sebagai salah satu kegiatan strategis yang akan dilaksanakan dalam menyusun arah pembangunan ekonomi Aceh ke depan.

Baca: Kemenristekdikti Umumkan Hasil SBMPTN 2019, Ini Daftar 10 PTN Dengan Peminat Terbanyak

Isu strategis selanjutnya yang menjadi usulan Plt Gubernur Aceh adalah program revitalisasi kopi Arabica Gayo dari hulu ke hilir.

Mulai dari proses green bean menuju roasting-bubuk, serta pembangunan industri galangan kapal di Lampulo, Banda Aceh.

Kemudian usulan program pemerintah untuk mendorong setiap gampong agar memiliki setidaknya satu koperasi, yang terbagi di daerah terdepan, pedesaan, pesisir dan perkotaan. 

Terkait bidang pertanian yang selama ini menjadi penopang roda perekonomian di Aceh, Plt Gubernur mengusulkan adanya kajian formulasi terkait bagi hasil perkebunan kelapa sawit, yaitu pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. 

Baca: Rupiah Jadi Mata Uang Terlemah Kedua di Asia, Begini Prediksi Besok

Serta kerjasama pengembangan alternatif bahan bakar dari kelapa sawit, dan kerjasama pengembangan alternatif perkerasan jalan dari karet yang memerlukan regulasi terkait standarisasi komposisi yang ideal.

"Alhamdulillah, usulan ini mendapat respons yang baik dari para Gubernur lainnya yang sepakat untuk meminta kepada pemerintah pusat agar mengalokasikan dana bagi hasil dari sektor perkebunan sawit dan hasil hilirisasinya seperti CPO dan lain-lain," katanya. 

Dalam rakor tersebut juga dihadiri Asisten II Bidang Pemerintahan dan Keistimewaan Setda Aceh, dr Taqwallah, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Junaidi, ST. (*)

Penulis: Mawaddatul Husna
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved