Puluhan Lampu Jalan Padam

Puluhan lampu jalan yang berada di sejumlah ruas jalan di Kota Lhokseumawe masih padam

Puluhan Lampu Jalan Padam
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD HADI
Suasana bundaran Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, akibat listrik padam 

LHOKSEUMAWE – Puluhan lampu jalan yang berada di sejumlah ruas jalan di Kota Lhokseumawe masih padam menyusul baterainya dijarah sejak beberapa tahun terakhir. Namun, hingga kini belum juga diperbaiki.

Pantauan Serambi, ruas jalan yang gelap pada malam hari karena lampu tidak menyala lagi yakni sepanjang Jalan Pase. Kemudian Jalan Merdeka atau tepatnya di depan Bank Mandiri, serta di jalan pinggiran sungai Cunda.

Anggota DPRK Lhokseumawe, Taslim A Rani kepada Serambi kemarin mengaku, pihaknya sudah sering mendengar keluhan masyarakat mengenai kondisi beberapa ruas jalan yang gelap pada malam hari. Bahkan, ia sudah menyaksikan langsung secara sendiri terkait keluhan warga.

Namun, sebut Taslim A Rani, meski kondisi ini sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu, sampai saat ini belum ada upaya Pemko untuk melakukan perbaikan. Kondisi seperti ini tentu akan membuat masyarakat sangat dirugikan. Karena, masyarakat selaku pelanggan PLN saat melakukan pembayaran rekening listrik harus ikut membayar pajak penerangan jalan umum (PPJU).

Selain kerugian yang dialami masyarakat karena sudah membayar PPJU, juga membuat kondisi kota tidak indah pada malam hari karena gelap. Situasi seperti ini tentu saja rawan terjadinya tindak kejahatan di jalan raya. “Karena itu, kita mendesak agar Pemko Lhokseumawe segera mengatasi persoalan ini. Jangan berlarut sehingga beberapa ruas jalan sebelumnya terang menjadi gelap pada malam hari,” kritik Taslim.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Lhokseumawe, Zulkifli yang dihubungi secara terpisah membenarkan kalau puluhan lampu di sejumlah ruas jalan dalam kota sekarang ini tidak menyala lagi. Rinciannya, sekitar 15 tiang di Jalan Pase. Lalu, 15 tiang di jalan pinggir sungai Cunda, dan sekitar tujuh tiang di Jalan Merdeka atau depan Bank Mandiri. “Semua yang padam tersebut lampu solar sel. Hal ini akibat baterai yang terletak di tiang sudah dicuri semuanya,” katanya.

Pencurian itu, menurutnya, sudah terjadi sejak empat tahun lalu. Sekarang ini semua lampu jalan berbentuk solar sel di Lhokseumawe sudah padam. Karena, baterainya habis dicuri. “Harga per baterai mencapai Rp 5 juta. Akibat perbuatan tak bertangungjawab ini, ada kerugian sekitar 200 juta rupiah karena biaya pasang dan lain-lainnya,” katanya.

Sedang untuk upaya perbaikan, menurut Zulkifli, direncanakan anggarannya akan diusul dalam APBK Perubahan 2019. Tapi akan diganti dengan menggunakan lampu jalan biasa yakni bukan solar sel. “Bila pun tidak tertampung nantinya dalam APBK Perubahan, maka akan diupayakan dalam APBK tahun 2020,” demikian Zulkifli.

Manajer PLN ULP Lhokseumawe, Mukhtar Juned menyebutkan, kalau lampu jalan yang menggunakan arus dari PLN mulai pemasangan hingga ke pemeliharaan merupakan tanggungjawab pihak Pemko setempat. “Pihaknya hanya menerima berapa amper yang digunakan untuk proses penagihan saja,” katanya.

Sedangkan terkait lampu jalan solar sel seperti banyak padam di Lhokseumawe saat ini, malah tidak ada kaitan apapun dengan pihak PLN. “Tak ada pembayaran biaya lampu jalan ke PLN. Karena, lampunya menggunakan tenaga matahari,” demikian Mukhtar Juned.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved