Sejumlah Kawasan di Kabupaten Abdya Diguyur Hujan, Setelah Dilanda Kemarau

Kawasan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), diguyur hujan, Selasa (9/7/2019) pagi.

Sejumlah Kawasan di Kabupaten Abdya Diguyur Hujan, Setelah Dilanda Kemarau
SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Sejumlah warga mandi di Krueng Beukah Blangpidie, Abdya, Minggu (7/7/2019) sore. Musim kemarau melanda sekitar satu bulan terakhir memicu suhu panas membuat warga gerah. 

Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM,BLANGPIDIE - Kawasan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), diguyur hujan, Selasa (9/7/2019) pagi.

Hujan tuirun yang kedua selama tiga hari terakhir, setelah hujan ringan turun, Minggu (7/9/2019) lalu.

Intensitas hujan ringan disambut rasa syukur warga, terutama para petani di sembilan kecamatan sejak Babahrot sampai Lembah Sabil.

Sebab, kemarau yang terjadi sekitar satu bulan terakhir menyebabkan tanaman mengalami kekeringan. Para petani terhambat mengolah lahan sawah MT Gadu 2019 yang baru dimulai akibat pasokan air sawah berkurang drastis.

Amatan Serambinews.com, Selasa (9/7/2019) pagi, hujan intensitas rendah menyirami sejumlah kawasan di Kabupaten Abdya sejak pukul 7.45 WIB.

Guyuran hujan tidak berlangsung lama namun sangat membantu menghilangkan hawa panas. Kawasan Kabupaten Abdya masih diselimuti awan mendung hingga pukul 10.00 WIB, diwarnai gerimis.

Warga berharap hujan kembali turun, setelah dilanda kemarau sekitar satu bulan terakhir.      

Terik mata hari menyengat pada siang hari memicu suhu panas, sehingga warga kewalahan beraktivitas dan enggan keluar rumah. Hawa panas pun terasa hingga malam.

Baca: Dihantam Butiran Hujan Es, 681 Rumah Warga Jagong Jeget di Aceh Tengah Rusak

Baca: Jagong Jeget Dilanda Hujan Es

Belangan ini sebagian warga Blangpidie dan Susoh memilih berendam di aliran Krueng Beukah pada sore ini untuk mengusir rasa gerah akibat suhu panas.  

Kekeringan juga menimbulkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan Jalan 30 atau Jalan Lingkar dari Ie Mirah Babahrot-Lama Tuha Kuala Batee beberapa hari lalu.

Namun, menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Amiruddin, peristiwa karhuta di kawasan Jalan 30 sudah padam setelah kerja keras pemadaman selama lima hari, termasuk melibatkan personel polisi dan TNI.  

Hujan tidak turun kurun waktu tergolong lama menyebabkan debit air sungai besar menyusut drastis.

Kondisi ini berdampak berkurangnya suplai air sawah dari sejumlah irigasi. Padahal musim tanam (MT) Gadu 2019 sudah dimulai. (*)

Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved